KETIK, MALANG – Konsumsi komoditas pangan, termasuk beras di Kota Malang selama ramadan diprediksi mengalami peningkatan hingga 25 persen. Tren peningkatan tersebut diperkirakan berlangsung hingga 7 hari setelah Idul Fitri.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Elfiatur Roikhak, telah memastikan bahwa stok pangan hingga setelah Idul Fitri 2026 dipastikan aman. Kenaikan konsumsi tersebut biasa terjadi pada Ramadan hingga Idul Fitri di tahun sebelumnya.
"Pasti, itu sudah tren mulai Ramadan sampai H+7 Idul Fitri konsumsi pangan masih meningkat. Makanya kami memastikan stok pangan supaya aman. Kalau tren beberapa tahun ke belakang, untuk konsumi semua komoditi naik. Kenaikan lumayan 25 persen," ujarnya, Kamis, 19 Februari 2026.
Menurutnya, banyak faktor yang memengaruhi peningkatan jumlah konsumsi beras di masyarakat. Salah satunya tradisi megengan yang biasa dilakukan oleh masyarakat menjelang bulan Ramadan. Termasuk untuk memenuhi kebutuhan nasi saat sahur dan berbuka.
"Sepertinya tahun kemarin lebih tinggi (peningkatannya), tapi rata-rata segitu. Ini kan kalau mendekati puasa ada megengan," lanjutnya.
Ia menjelaskan bahwa konsumsi beras oleh masyarakat di Kota Malang dapat mencapai 60.000 ton per tahun. Saat ini ketersedian komoditas beras masih di angka 75.667,83 ton. Sedangkan setiap bulannya, rata-rata kebutuhan beras di masyarakat mencapai 5.000 ton.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Perum Bulog, stok beras masih ada 500 ton dan bisa untuk 10 bulan lebih," sebutnya.
Selain memastikan ketersediaan beras aman, Dispangtan Kota Malang juga berupaya agar pedagang mematuhi harga penjualan beras tetap sesuai dengan HET. Dengan demikian diharapkan tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan di masyarakat.
"Sebenarnya stok beras aman menjelang Ramadan dan Hari Raya. Kami dari Dispangtan Kota Malang masih memastikan juga bahwa tidak hanya stok tapi harga semuanya patuh HET," sebutnya.
Untuk itu Gerakan Pangan Murah (GPM) selama bulan Ramadan akan tetap dilaksanakan agar masyarakat dapat mudah dalam mengakses kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.
"Kami sebenarnya mulai 23 Januari 2026 sudah menggelar Gerakan Pangan Murah. Saat bulan Ramadan kami intensifkan setiap hari supaya masyarakat bisa menjangkau dengam harga sesuai," tutupnya. (*)
