KETIK, MALANG – Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) resmi bertransformasi menjadi Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB). Perubahan nama ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan ambisi menjadi trendsetter keilmuan agroindustri dan biosistem di Indonesia.
Ketua Senat FTAB UB, Prof. Bambang Susilo, menjelaskan bahwa nomenklatur "Teknologi Pertanian" dinilai sudah tidak lagi mampu memayungi seluruh disiplin ilmu yang dikembangkan saat ini. Saat ini, FTAB UB menaungi enam program studi, yakni Teknik Pertanian, Teknologi Industri Pertanian, Teknologi Pangan, Teknik Lingkungan, Teknik Bioproses, dan Bioteknologi.
"Artinya kalau nama cakupannya adalah tetap Teknologi Pertanian itu tidak mencakup semua yang sekarang kita kembangkan," ujarnya, Selasa, 27 Januari 2026.
Melalui transformasi ini, FTAB UB menargetkan diri menjadi pelopor pengembangan ilmu agroindustri dan biosistem, baik di level nasional maupun global.
"Dengan demikian kita perluas lagi dan kita akhirnya jadi pelopor di Indonesia satu-satunya yang bertransformasi dari Teknologi Pertanian menjadi Fakultas Agroindustri dan Biosistem," tegasnya.
Untuk tahap awal, FTAB akan berfokus pada penguatan internal melalui enam prodi yang ada. Prof. Bambang meyakini, dengan fondasi internal yang kuat, misi menjadi trendsetter dapat segera terwujud.
"Kita benahi dulu internal, perkuat fakultasnya dulu. Kalau ke depan memungkinkan untuk kita kembangkan prodi, kita lakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan zaman," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Dekan FTAB UB, Yusuf Hendrawan, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah memacu pengembangan jenjang pascasarjana. Salah satu langkah konkretnya adalah pembukaan Program Studi Doktor Teknik Biosistem (S3).
"Itu akan mencakup keseluruhan program studi baik itu Teknik Lingkungan, Teknik Bioproses, maupun Teknik Pertanian dan Biosistem. Jadi kalau lulusan S1 saja sekarang itu sudah terlalu banyak, sehingga harus diperkuat melalui S2 dan S3-nya," ujarnya.
Selama ini, fakultas ini dikenal sebagai salah satu penghasil profesor terbanyak di UB. Dengan identitas baru, FTAB berkomitmen memperkuat kualitas SDM, menambah jumlah guru besar, serta menggenjot inovasi dan jurnal bereputasi internasional.
"Kita di level dekanat itu sifatnya adalah memfasilitasi teman-teman untuk bisa mengembangkan karirnya, jabatan fungsionalnya menjadi guru besar. Termasuk memfasilitasi penulisan jurnal, riset, Center of Excellence, dan lain sebagainya," sebutnya.
Rektor UB, Prof. Widodo, turut memberikan apresiasi tinggi atas perubahan nama ini. Ia menekankan bahwa nama baru FTAB harus dibarengi dengan semangat baru untuk terus berprestasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"SDM yang ada di FTP ini luar biasa bagus, dan bahkan yang terbaik di Indonesia. Juga sebagai percontohan pada tata kelola, sehingga diakui mendapat penghargaan juga dari kementerian," katanya.
Prof. Widodo meminta agar FTAB UB terus memacu terciptanya karya inovasi terbaik. Termasuk publikasi internasional dan teknologi tepat guna (TTG) sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
"Karya-karyanya juga terbaik, publikasi internasionalnya luar biasa, buku-bukunya. Tidak kalah penting adalah TTG langsung dimanfaatkan oleh masyarakat. Inilah wujud dari kampus berdampak," tutupnya. (*)
