KETIK, MALANG – Rencana pencairan program RT Berkelas yang dijadwalkan pada Februari 2026 dipastikan molor. Realisasi program unggulan pasangan Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirin ini kini ditargetkan baru bisa terlaksana setelah hari raya Idulfitri atau usai Lebaran 2026.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa untuk tahap awal, pencairan akan diprioritaskan pada usulan yang bersifat nonfisik.
"Insyaallah yang cair di bulan depan ada beberapa yang kegiatannya yang sifatnya nonfisik. Itu kita akan lebih cepat karena kalau yang fisik ada proses pengadaan barang dan jasa. Bulan depan, setelah hari raya ini," ujarnya, Sabtu, 14 Maret 2026.
Keterlambatan ini dipicu oleh proses penyesuaian antara usulan masyarakat dengan regulasi yang berlaku. Wahyu menekankan pentingnya sinkronisasi agar program tersebut tidak menabrak kebijakan pemerintah daerah maupun pusat.
"RT Berkelas itu kita menyesuaikan dengan program dan kegiatan antara masyarakat dan pemerintah. Jadi bottom-up dan top-downnya. Jadi usulan harus sesuai dengan regulasi yang ada di atas," katanya.
Selain masalah regulasi, beberapa usulan teknis juga harus ditinjau ulang. Salah satu poin yang paling dominan adalah pengadaan sarana dan prasarana (sarpras) seperti meja dan kursi.
Beberapa masyarakat ternyata tidak memiliki ruang penyimpanan yang representatif. Evaluasi mendalam pun dilakukan untuk mencegah munculnya persoalan di kemudian hari.
"Ada beberapa usulan dari masyarakat terkait kesiapan seperti kursi, meja tapi tidak ada tempat. Dikhawatirkan akan menjadi masalah. Kita akan cross check terlebih dahulu terkait usulan-usulan termasuk program kegiatan yang lain," tutupnya. (*)
