Santri Go Digital! Gus Iqdam dan Wagub Jatim Resmikan Program Talenta Digital di Al-Yasmin

6 April 2026 15:17 6 Apr 2026 15:17

Dina Elwarda, Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Santri Go Digital! Gus Iqdam dan Wagub Jatim Resmikan Program Talenta Digital di Al-Yasmin

Gus Iqdam (jas biru) dan Emil Dardak resmikan program “Talenta Digital Santri” di Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya pada Minggu, 5 April 2026. (Foto: Humas Al Yasmin)

KETIK, SURABAYA – Pendakwah sekaligus pengasuh Majelis Taklim Sabilu Taubah dari Blitar, Muhammad Iqdam Kholid (Gus Iqdam), bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meresmikan program “Talenta Digital Santri” di Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya.

Peresmian tersebut ditandai dengan penekanan tombol yang memicu pertunjukan 21 konfigurasi drone di hadapan ribuan jamaah, pada Minggu, 5 April 2026 malam.

konfigurasi drone tersebut membentuk berbagai tulisa n dan simbol, seperti lafaz Allah dan Muhammad, identitas Al-Yasmin, Talenta Digital Santri, bendera merah putih, hingga nama sejumlah tokoh.

Diantaranya, Gubernur Khofifah, Wagub Emil Dardak, Gus Iqdam, Bunga (indah bermakna), ST Nyell, Digital Tech, Helmy M Noor (penggiat dakwah digital/Al Yasmin), Cita Helmy, Globe Santri (santri adalah innovator), dan Bank Jatim Syariah.

Foto Suasana peluncuran program Talenta Digital Santri di Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya yang diresmikan oleh Gus Iqdam bersama wagub jatim Emil Dardak pada Minggu, 5 April 2026 malam. (Foto: Humas Al Yasmin)Suasana peluncuran program Talenta Digital Santri di Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya yang diresmikan oleh Gus Iqdam bersama wagub jatim Emil Dardak pada Minggu, 5 April 2026 malam. (Foto: Humas Al Yasmin)

Kegiatan ini turut disaksikan oleh sejumlah pejabat dari Bank Indonesia, Bank Jatim, Kepala Kemenag Jatim, dan perwakilan organisasi keagamaan. Dalam sambutannya, Gus Iqdam mengaku terkesan dengan kemampuan santri yang mampu menciptakan teknologi drone tersebut.

“Saya baru pertama kali ini melihat drone dan hebatnya lagi justru itu karya santri alumni Pesantren Bumi Sholawat yang juga putra pengasuh pesantren ini, jadi santri itu memang harus bisa jadi apa saja. Apakah jadi gubernur yang santri, jadi kayak Gus Iqdam yang ngaji bersama kaum garangan, jadi santri itu harus berakhlak tapi teknologinya juga maju,” ujar Gus Iqdam.

Ia juga menyampaikan komitmennya untuk mengirimkan santri agar belajar teknologi informasi dan media sosial di Pesantren Al-Yasmin. Menurutnya, perpaduan antara akhlak dan teknologi akan mempermudah penyampaian dakwah kepada masyarakat secara lebih relevan dengan kondisi saat ini.

“Kalau santri itu punya akhlak dan teknologi, tentu akan membuat masyarakat lebih mudah memahami ilmu Allah, karena dakwahnya sesuai zamannya. Jadi, santri Al-Yasmin itu kayak santri model rohmatan yang bisa ngaji tapi canggih,” katanya.

Lebih lanjut, Gus Iqdam menyinggung pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia (hablumminannas), yang dinilai lebih menantang dibanding hubungan dengan Tuhan (hablumminallah).

Apalagi dalam QS. Ali Imron menegaskan bahwa manusia itu memang berpotensi diliputi kehinaan, kecuali berpegang teguh pada “hablumminallah” dan “hablumminannas”.

“Itu karena hidup dengan manusia memang berpotensi bangkrut, sehingga perlu sabar dan banyak berdoa. Rasulullah pernah ditanya tentang orang bangkrut itu adalah orang yang datang membawa pahala shalat, zakat, puasa, dan sebagainya, tapi mulutnya menyakiti orang lain, menuduh orang lain, memakan hak orang lain, memukul, dan menumpahkan darah. Maka kebaikannya diberikan kepada orang yang disakiti, tapi kalau masih kurang justru keburukan orang lain itu akan ditimpahkan kepadanya, jadi benar-benar bangkrut,” bebernya gamblang.

Sementara itu, Emil Dardak menyampaikan bahwa pesan damai yang dibawakan Gus Iqdam sangat selaras dengan lingkungan Pesantren Al-Yasmin yang berada di kawasan religius di Surabaya.

Ia juga menilai konsep pesantren berbasis digital ini mampu menggabungkan nilai tradisi dengan perkembangan teknologi yang dekat dengan generasi muda.

Menurut Emil, program ini sejalan dengan visi Gubernur Khofifah yang ingin mendorong generasi muda Jawa Timur, termasuk santri, agar mampu menguasai ekosistem digital dan berperan dalam ekonomi kreatif global.

“Dengan pesan kebaikan dan pesan damai dari Gus Iqdam itu, kemudian disambung dengan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin yang sejak awal memang diyakini Ibu Gubernur Khofifah bahwa pesantren ini justru akan menyambungkan akar tradisi dengan aransemen digital dari Generasi Z. Sehingga, ada banyak keindahan dari teknologi digital, sehingga santri di sini justru yang pertama memajukan agama sesuai perkembangan teknologi. Buktinya, malam ini ada drone dengan tulisan Allah, Muhammad, Al Yasmin yang indah,” katanya.

Di sisi lain, pengasuh Pesantren Digipreneur Al-Yasmin, Helmy M Noor, menjelaskan bahwa program “Talenta Digital Santri” bertujuan membekali santri dengan kemampuan literasi digital, kewirausahaan, serta pemahaman keislaman yang kuat.

Program ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya religius, tetapi juga inovatif dan berdaya saing di tengah perkembangan teknologi.

“Program itu memang dirancang untuk membekali generasi muda Indonesia dengan pemahaman literasi digital yang kuat, kemampuan entrepreneur yang mumpuni, serta wawasan keislaman yang mendalam, sehingga santri dapat menjadi agen perubahan yang positif di masyarakat. Apalagi Gubernur Khofifah juga tegas memastikan anak muda Jawa Timur menguasai ekosistem teknologi, dengan membuka pintu lebar bagi para santri dan pelajar untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi kreatif global,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

talenta digital Al Yasmin surabaya Wagub Jatim Gus Iqdam