KETIK, SURABAYA – Pendakwah muda asal Blitar Agus Muhammad Iqdam Khalid atau biasa disapa Gus Iqdam sedang memberikan kajian kepada para jemaahnya untuk mengetahui makna sebenarnya bahwa puasa bukan hanya sekadar menahan lapar.
Dalam penjelasan di sela pengajian rutin malam selasa di Majelis Ta’lim Sabilu Taubah, ia menyampaikan bahwa masih banyak orang berpuasa, tetapi belum mampu untuk menjaga ucapan hati serta tingkah laku yang kurang pantas dilakukan.
“Berpuasa dengan sesungguhnya orang yang berpuasa itu meninggalkan syahwatnya, meninggalkan makanannya, meninggalkan minumannya," ucapnya.
Lebih lanjut, seseorang yang telah berhasil untuk meninggalkan syahwatnya terhindar dari segala godaan makan dan minum maka digantikan dengan ganjaran dari Allah SWT kepada umatnya.
Menurutnya, inti dari puasa terletak pada kesanggupan seseorang dalam mengontrol hawa nafsu serta menahan lapar dan dahaga bukanlah hal yang dinilai paling berat melainkan menjaga emosi, menghindari ghibah serta meninggalkan kebiasaan buruk itulah tantangan sebenarnya.
Dalam penjelasannya, Ramadan ini menjadi momentum yang sangat berharga bagi setiap muslim untuk memperbaiki diri, melatih kesabaran, menjaga kesehatan tubuh, meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal sholeh serta dapat mendekatan diri kepada Allah SWT.
Dikenal dengan gaya pembawaan yang santai dan mudah diterima oleh semua kalangan terutama anak muda, Gus Iqdam mengibaratkan bulan Ramadan ini seperti “promo" pahala besar-besaran.
Berarti, kata dia, semua umat islam dapat berlomba-lomba untuk meraih ganjaran dan keistimewaan dari Allah SWT.
"Bulan Suci ini menjadi kesempatan yang luar biasa sehingga sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan dengan benar," tuturnya.
Sebagai penutup, umat islam diajarkan untuk menjadikan puasa sebagai sarana pembentukan karakter jasmani maupun rohani dan puasa merupakan jalan spiritual untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas kehidupan secara menyeluruh. (*)
