Bupati Bandung Siapkan 4 Langkah Strategis Atasi Banjir Akibat Luapan Sungai Cisunggalah,

15 Maret 2026 21:57 15 Mar 2026 21:57

Thumbnail Bupati Bandung Siapkan 4 Langkah Strategis Atasi Banjir Akibat Luapan Sungai Cisunggalah,

Bupati Bandung Dadang Supriatna saat meninjau lokasi banjir bandang di Kampung Puja RT 03/RW 04 Desa Panyadap Kec Solokanjeruk, Minggu (15/3/26). (Foto:Iwa/Ketik.com)

KETIK, BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) untuk berkoordinasi dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Citarum untuk penanganan banjir yang selama ini menimpa Desa Panyadap Kecamatan Solokanjeruk akibat luapan air dari Sungai Cisunggalah.

Sebab ada empat langkah strategis yang perlu dilakuakn berkaitan infrastruktur penanggulangan banjir. Hal itu terungkap saat Bupati Bandung meninjau lokasi banjir bandang di Kampung Puja RT 03/RW 04 Desa Panyadap Kecamatan Solokanjeruk, Minggu (15/3/2026). 

Bencana banjir bandang yang terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam bada magrib itu menyebabkan dinding tembok dari 4 rumah milik warga jebol dan mengalami kerusakan berat. Selain itu sebanyak 47 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat luapan Sungai Cisunggalah tersebut.

Bupati Dadang Supriatna menyebut ada empat langkah yang akan dilakukan untuk menanggulangi ancaman banjir bandang yang kerap terjadi di Desa Panyadap dan Desa Bojong tersebut.

Pertama, melakukan pengerukan sedimentasi atau endapan tanah di aliran penampang Sungai Cisunggalah tersebut. Pengerjaannya akan dilakukan pasca-Lebaran atau satu Minggu setelah Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

"Jangka pendeknya harus ada normalisasi Sungai Cisunggalah secara manual. Kalau menggunakan alat berat, saya pikir ini akan sulit untuk bermanuver backhoe-nya. Ini salah satu langkah yang harus ditangani dan ditindaklanjuti," jelas bupati yang akrab disapa Kang DS ini. 

Langkah kedua, berdasarkan rapat Musdes (Musyawarah Desa) Kepala Desa dengan warga sekitar, disepakati lebar Sungai Cisunggalah dikembalikan seperti semula yaitu 8 meter yang saat ini hanya tinggal 4 meter. 

"Kalau seandainya di sini ada warga yang menggunakan lahan sungai, maka secara otomatis harus sadar diri dan jangan sampai kami mengambil langkah-langkah. Ini solusi yang kedua, sehingga normalisasi Sungai Cisunggalah wajib untuk dilakukan," ujarnya. 

Ketiga, penanganan banjir Sungai Cisunggalah ini akan dilakukan secara pentahelix. Dana normalisasi Sungai Cisunggalah dapat bersumber dari APBD atau APBN melalui BBWS Citarum, namun akan memakan waktu lama prosesnya. 

Dengan program pentahelix, seperti yang sudah dilakukan di Kecamatan Cicalengka dan Cikancung, juga saat normalisasi Sungai Cikeruh di Kecamatan Rancaekek, penanganan banjir lebih efektif dan lebih cepat tanpa harus menunggu atau mengandalkan dana APBD/APBN. 

Langkah keempat, jembatan di atas aliran Sungai Cisunggalah harus ditinggikan. "Kalau jembatan yang menuju permukiman warga tidak ditinggikan, ya tetap akhirnya jebol lagi tanggulnya dan air sungai melimpas ke permukiman warga," ucapnya.

Kang DS menandaskan penanganan banjir bukan tanggungjawab pemerintah saja melainkan seluruh masyarakat dengan bergotong royong.(*)

Tombol Google News

Tags:

BUPATI BANDUNG dadang supiatna kang ds sungai cisunggaah banjir panyadap Normalisasi Sungai BBWS DPUTR