KETIK, JOMBANG – Aksi tak biasa dilakukan warga Desa Mojowarno, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Jalan lingkungan desa yang rusak parah hingga ratusan meter ditanami pohon pisang dan singkong.
Aksi tersebut menjadi bentuk protes warga lantaran jalan menuju makam desa tak kunjung diperbaiki selama lebih dari dua tahun. Video penanaman pohon itu pun viral di media sosial Facebook.
Ketua RT 3 RW 2 Mojowarno 2, Eko Supriyanto, membenarkan aksi tersebut dilakukan warganya karena sudah terlalu lama menunggu perbaikan.
“Sudah dua tahun lebih rusaknya. Jalan ke makam itu, warga sudah sering mengeluh,” kata Eko, Jumat 30 Januari 2026.
Menurutnya, jalan yang rusak memiliki panjang sekitar 600 meter dengan lebar 3,5 meter. Kondisinya semakin parah saat hujan dan menyulitkan warga melintas.
Penanaman pohon pisang dilakukan Kamis sore (29/1/2026) sebagai bentuk kekecewaan warga. Namun setelah aksi itu viral, pemerintah desa memastikan perbaikan akan dilakukan tahun ini dalam Program Desa Mantra tahun 2026.
Kepala Desa Mojowarno, Tatag Yudianto, menyebut jalan tersebut merupakan jalan lingkungan desa yang kerap dilalui kendaraan berat di luar kapasitasnya.
“Kelas jalan desa tidak sekuat jalan kabupaten, sementara sering dilalui truk pengangkut hasil panen,” jelasnya.
Tatag menyayangkan aksi warga yang menanam pohon di badan jalan.
“Seharusnya bisa disampaikan lewat musdes atau musrenbang. Semua sudah direncanakan,” ujarnya.
Ia menegaskan keterbatasan anggaran membuat pemerintah desa harus menyelesaikan persoalan secara bertahap. Dari total kerusakan, sekitar 300 meter disebut sebagai titik terparah, terutama di jalur menuju makam.
Sementara Plt Kepala Dinas PUPR Jombang, Imam Bustomi, menegaskan jalan itu bukan kewenangan kabupaten, melainkan pemerintah desa.
"Setelah dicek, itu jalan lingkungan desa. Jadi penanganannya menjadi tanggung jawab pemerintah desa,” tegasnya memungkasi. (*)
