KETIK, MALANG – Titik baca yang dimiliki Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispusipda) Kota Malang kembali beroperasi di Alun-alun Merdeka. Layanan literasi di ruang publik itu siap menyambut pengunjung setelah revitalisasi selesai.
Kepala Dispusipda Kota Malang, Yayuk Hermiati menjelaskan selama ini layanan Titik Baca Dispusipda Kota Malang banyak diminati pengunjung Alun-alun Merdeka. Ketika masa renovasi, Titik Baca yang disertai Perpustakaan Keliling itu beralih ke Taman Merjosari.
"Titik Baca di Alun-alun Merdeka Kota Malang tetap ada. Jadwalnya tiap hari, tetap seperti semula. Kemarin kan sementara masih revitalisasi, untuk sementara berhenti, beralih ke Taman Merjosari," ujarnya, Kamis, 29 Januari 2026.
Ilustrasi kondisi Alun-alun Merdeka Kota Malang yang semakin ramai kunjungan, akan kembali mendapatkan layanan Titik Baca. (Foto: Lutfia/Ketik)
Nantinya Titik Baca di Alun-alun Merdeka dibuka hingga sekitar pukul 13.00 WIB untuk kembali ke kantor Dispusipda yang ada di Jalan Ijen. Jam operasional yang terbatas itu untuk dilakukan proses inventarisasi dan perputaran buku.
"Makanya setiap hari buku tidak sama. Kenapa harus tutupnya lebih awal dibandingkan dengan yang di Ijen, karena buku-buku nanti disirkulasi, ganti terus-menerus. Jadi menyesuaikan dengan kunjungan. Kadang-kadang kan ada pemberitahuan mau kunjungan ke Alun-Alun Merdeka," sebut Yayuk.
Biasanya jumlah kunjungan di Titik Baca Alun-alun Merdeka Kota Malang cukup bervariasi. Namun setelah revitalisasi Alun-alun Merdeka, Yayuk mengharapkan semakin banyak masyarakat yang menggunakan layanan tersebut.
"Layanan perpustakaan yang di Alun-Alun Merdeka, cukup bagus. Sering juga ada kunjungan kelompok, biasanya dari TK atau yang nggak sempat datang ke perpustakaan. Sekolah, kelompok bermain langsung bisa ke alun-alun," tuturnya.
Terlebih upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan minat membaca masyarakat di Kota Malang. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menikmati suasana di alun-alun namun juga memperkuat literasi.
"Untuk di taman, sementara ini cuma 2 yakni Taman Merjosari dan Alun-alun Merdeka. Tapi Perpustakaan Keliling kami rutin di sekolah. Ada jadwal sesuai permintaan sekolah, menyesuaikan jumlah sekolah di Kota Malang," sebutnya.
Saat ini belum ada rencana menambah Titik Baca di Kota Malang akibat keterbatasan SDM. Namun Yayuk menjelaskan penambahan Taman Baca Masyarakat kini mulai masif di lingkungan masyarakat.
"Kita masih tetap seperti yang kemarin titik-titik bacanya. Kecuali menambah Taman Baca Masyarakat. Nah itu yang kita tambah, yang dikelola oleh masyarakat," tutupnya. (*)
