KETIK, LUMAJANG – Ketua Pasukan Relawan 08 Kabupaten Lumajang Suwadi meminta kepada perbankan, agar kedepan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikucurkan untuk petani tebu sebagai Kredit Program dari pemerintah benar-benar sampai kepada petani tebu yang ada di Lumajang.
Suwadi mengatakan, KUR yang ada di Lumajang diharapkan benar-benar bisa menambah luasan tanaman tebu di Lumajang baik dalam bentuk sewa lahan maupun lahan milik petani sendiri.
"Kalau petani mendapatkan dana KUR dengan cara yang mudah, maka pasti petani akan melakukan inovasi atau setidaknya bisa melakukan perluasan tanamannya, sehingga harapan untuk swasembada gula makin terbuka," kata Suwadi.
Masih kata Suwadi, ada dugaan selama ini dana KUR tersebut sebagian jatuh kepada pengusaha besar, diantaranya diatasnamakan warga yang sebenarnya tidak memiliki lahan tebu.
"Memang dari sisi pelunasan mungkin akan lebih baik, karena kalau pengusaha pasti melunasi karena akan berpengaruh kepada pinjaman berikutnya," kata Suwadi, mantan anggota DPRD Lumajang dari Partai Gerindra.
Oleh karena itu kedepan, pihak perbankan harus benar-benar melakukan cek lahan, apakah pemohon tersebut benar-benar memiliki lahan tebu, kalau perlu dengan mengetahui kepala desa.
"Harus benar-benar sesuai peruntukannya. Jika jatuh ke pengusaha besar, maka kemungkinan akan digunakan untuk membeli tebu milik petani tebu lain. Kan akhirnya jatuhnya ke pedagang tebu, bukan petani tebu," kata Suwadi.
Dengan besarnya dana KUR yang diberikan oleh pemerintah melalui perbankan, maka diharapkan benar-benar mampu menciptakan peluang bagi petani tebu, meningkatkan kesejahteraan petani tebu dan akhirnya membuka jalan bagi meningkatnya produksi gula.
"Ini yang kita harapkan kedepan terkait KUR untuk petani tebu di Lumajang," harap Suwadi.
