KETIK, PALEMBANG – Denyut pembaruan di tubuh Korps Adhyaksa Sumatera Selatan kian terasa. Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Dr. Ketut Sumedana, resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan lima Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) baru, Senin 12 Januari 2026.
Prosesi berlangsung khidmat itu digelar di Aula Kejati Sumsel. Pelantikan ini bukan sekadar serah terima jabatan, melainkan penanda regenerasi strategis dalam upaya memperkuat kualitas penegakan hukum di Bumi Sriwijaya, di tengah tuntutan publik yang kian kritis dan kompleksitas hukum yang terus berkembang.
Lima pejabat yang dilantik masing-masing:
- I Gede Widhartama, S.H., M.H. sebagai Kajari Ogan Komering Ilir
- Asvera Primadona, S.H., M.H. sebagai Kajari Prabumulih
- Gunawan Wisnu Murdiyanto, S.H., M.H. sebagai Kajari Muara Enim
- Dr. Ema Siti Huzaemah Ahmad, S.H., M.H. sebagai Kajari Musi Rawas
- Hamidi, S.H., M.H. sebagai Kajari Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
Dalam amanatnya, Kajati Sumsel Dr. Ketut Sumedana menegaskan bahwa rotasi dan promosi jabatan merupakan langkah adaptif institusional untuk menjawab tantangan hukum modern, termasuk implementasi KUHP dan KUHAP baru.
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan lima Kepala Kejaksaan Negeri di wilayah hukum Sumatera Selatan oleh Kajati Sumsel Dr. Ketut Sumedana, di Aula Kejati Sumsel, Senin 12 Januari 2026. (Foto: Penkum Kejati Sumsel)
“Percepatan pemutakhiran SOP adalah keniscayaan. Penegakan hukum harus presisi, profesional, dan tidak boleh tertinggal oleh perubahan regulasi,” tegas Dr. Ketut Sumedana.
Tak hanya soal teknis hukum, Kajati juga mengingatkan bahwa jabatan Kajari merupakan mandat publik yang sarat tanggung jawab moral. Disiplin waktu, transparansi pengelolaan anggaran, serta kemampuan membangun komunikasi lintas sektor menjadi indikator utama kinerja para pejabat baru.
Lebih jauh, integritas disebut sebagai panglima tertinggi dalam setiap pengambilan keputusan. “Kepercayaan masyarakat hanya dapat diraih jika penegakan hukum dijalankan tanpa kompromi,” ujar Ketut Sumedana.
Prosesi pelantikan ini turut disaksikan oleh Asisten Intelijen Totok Bambang Sapto Dwidjo dan Asisten Pengawasan Farhan, yang menegaskan bahwa fungsi kontrol dan pengawasan internal akan berjalan ketat dan berkelanjutan.
Dengan formasi kepemimpinan baru ini, Kejaksaan di wilayah Sumatera Selatan diharapkan mampu tampil sebagai institusi penegak hukum yang semakin profesional, berintegritas, dan humanis, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap marwah hukum negara. (*)
