KETIK, MALANG – Bulan suci Ramadan sangat identik dengan kehadiran buah kurma. Selain karena rasanya yang manis dan digemari banyak orang, mengonsumsi kurma saat berbuka puasa merupakan anjuran Nabi Muhammad SAW.
Di balik sunahnya, kurma menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan. Agar kesegaran dan nutrisinya tetap terjaga, diperlukan cara penyimpanan yang tepat.
Pemilik Toko Raja Kurma di Jalan Yulius Usman, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Zakaria Salim, menjelaskan merawat kualitas kurma sebenarnya tidaklah sulit.
"Cara menyimpannya cukup mudah, sama seperti buah pada umumnya yaitu ditaruh di dalam lemari pendingin atau kulkas. Hindari meletakkan kurma terlalu lama di luar atau di suhu ruangan," ujarnya, Kamis, 19 Februari 2026.
Daya tahan kurma di suhu ruangan bisa mencapai hitungan bulan, tergantung pada jenis kurma tersebut.
"Kalau kurma basah seperti kurma Sukari, dalam waktu sebulan sudah mulai asam atau kecut, tandanya sudah mulai busuk. Sedangkan kurma kering seperti kurma Emirates atau kurma Mesir, bisa tahan sampai 3 bulan," jelasnya.
Zakaria juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya berpatokan pada tanggal expired yang tertera pada kemasan kardus. Faktor cara simpan jauh lebih menentukan dibandingkan angka di label.
"Jadi, expired atau masa berlaku yang tertera di kardus kurma tidak menjamin. Kurma itu buah dan semakin lama semakin matang. Apabila di kardusnya tertera expired 2027, tetapi kalau cara menyimpannya salah dan kondisi ruangan pengap, maka tidak sampai sebulan bahkan seminggu kurmanya sudah rusak," bebernya.
Selain itu, ia menyarankan pembeli yang memborong dalam jumlah banyak agar tidak meletakkan kurma langsung di lantai tanpa alas.
"Jangan langsung ditaruh di lantai, namun dikasih alas, entah itu alas kayu atau kardus. Terus kalau tempatnya rawan semut, dikasih kapur semut di sekeliling ruangan," pungkasnya. (*)
