Program MBG Cilacap Kini Juga Menyasar Ibu Hamil dan Balita

9 Februari 2026 21:15 9 Feb 2026 21:15

Thumbnail Program MBG Cilacap Kini Juga Menyasar Ibu Hamil dan Balita

ilustrasi menu makanan pada program MBG di Cilacap. (Foto: Nani Eko/ketik.com)

KETIK, CILACAP – Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah tidak hanya menyasar ke sekolah, kini diperluas ke ibu hamil dan balita.

Diketahui dari data Badan Gizi, MBG menyasar untuk ibu hamil/menyusui dan balita di Indonesia sebanyak 2,4 juta orang penerima manfaat.

Kepala Dinas Kesehatan, dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Cilacap Hasanuddin mengatakan bahwa ibu hamil/menyusui dan balita juga mendapat MBG dari pemerintah.

"Alasan pemerintah MBG menyasar ibu hamil/menyusui dan balita karena kelompok ini berada pada masa paling rentan dimana makanan bergizi merupakan fondasi utama tumbuh kembang anak. Gizi yang cukup pada masa kehamilan/menyusui hingga anak-anak balita menentukan kualitas kesehatan, kemampuan belajar guna mencetak generasi 2045," ungkap Hasanuddin saat ditemui, Senin 9 Februari 2026.

Ia menambahkan, untuk pendistribusian MBG dilakukan oleh kader Posyandu, bidan desa dan tim pendamping keluarga (TPK) yang ada di masing-masing wilayah, yang telah ditunjuk untuk mengantar ke masing-masing rumah.

Meski demikian, Hasanuddin mengaku MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Cilacap ini belum merata sepenuhnya.

"Jadi untuk pendistribusian sedang dalam proses belum menata semua dan SPPG juga masih bertumbuh. Sasaran MBG untuk sekolah juga belum 100 persen," terangnya.

Untuk memastikan menu MBG berkualitas, Dinkes KB bekerja sama dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) menggelar pelatihan bagi 150 tenaga ahli gizi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.

"Pelatihan ini supaya MBG yang diberikan benar-benar memenuhi angka kecukupan gizi seimbang seperti karbohidrat, protein, dan vitamin," kata Hasanuddin.

Sementara itu untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya balita, pemerintah daerah melakukan trobosan melalui pemberian makanan bergizi bagi balita stunting.

"Ini iuran dari ASN, lintas lembaga untuk membantu intervensi stunting, dan sudah jalan di tahun 2025 kemarin," pungkasnya.

Selain itu, upaya pencegahan melalui kader tim pendamping keluarga (TPK) di masing-masing desa, yang bertugas memberikan pendampingan dan sosialisasi kepada ibu hamil.

"Ada 4.191 kader di masing-masing desa, mereka memberikan pendampingan dan sosialisasi agar bayi yang dikandungnya sehat, termasuk penyuluhan dari teman-teman di Puskesmas," ungkapnya.

"Apabila terdapat laporan ada balita yang mengalami gizi buruk langsung kita intervensi, dari mulai rawat jalan, rawat inap akan kita beri bantuan terutama untuk warga Desil 1," ucapnya.

Lebih lanjut, untuk supervisi layanan program KIA dan gizi di masing-masing Puskesmas sudah berjalan, ini adalah upaya optimal pemerintah daerah untuk mendukung program pemerintah pusat dalam menurunkan angka stunting dan menciptakan Indonesia sehat," tandas Hasanuddin. (*)

Tombol Google News

Tags:

Cilacap MBG MBG ibu hamil mbg balita