Profil Sabrang Mowo Damar Panuluh, Anak Cak Nun yang Jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional

18 Januari 2026 16:17 18 Jan 2026 16:17

Thumbnail Profil Sabrang Mowo Damar Panuluh, Anak Cak Nun yang Jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional

Sabrang Mowo Damar Panuluh, Anak Cak Nun yang Jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional. (Foto: instagram @sinausabrangmdp)

KETIK, JAKARTA – Nama Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto kembali menjadi sorotan publik. Kali ini bukan karena karya musiknya, melainkan perannya di level strategis negara.

Vokalis band Letto tersebut resmi dilantik sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN) oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Pelantikan digelar di Kementerian Pertahanan RI pada Kamis, 15 Januari 2026, bersamaan dengan 11 tenaga ahli lainnya dari berbagai latar belakang keilmuan. Pengangkatan tersebut tertuang dalam Keputusan Ketua Harian DPN Nomor: KEP/3/KH/X/2025.

Kementerian Pertahanan menegaskan, pelibatan Noe bukan sekadar simbolik, melainkan didasarkan pada kebutuhan organisasi dan kompetensi profesional.

Kepala Biro Humas Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi peran strategis yang akan diemban Noe di lingkungan DPN.

“Betul beliau resmi dilantik sebagai Tenaga Ahli Madya di lingkungan Dewan Pertahanan Nasional dan akan memberikan dukungan pemikiran strategis untuk memperkuat kebijakan pertahanan nasional sesuai dengan tugas kelembagaan yang berlaku,” katanya kepada wartawan, Minggu, 18 Januari 2026.

Ia menambahkan bahwa proses pengangkatan dilakukan secara profesional dan tidak berkaitan dengan latar belakang personal.

“Pengangkatan dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi serta pertimbangan profesional, kompetensi, dan rekam jejak keahlian, tanpa dikaitkan dengan latar belakang keluarga, pandangan pribadi, maupun faktor non-institusional lainnya,” tambahnya.

Bagi publik, Noe dikenal luas sebagai vokalis Letto, band pop yang melejit pada era 2000-an.

Bersama tiga sahabat SMA-nya, Noe mendirikan Letto pada 2004. Album perdana Truth, Cry, and Lie yang dirilis pada 2005 mengantarkan band ini ke puncak popularitas, disusul sejumlah album lain seperti Don't Make Me Sad (2007) dan Lethologica (2009).

Namun, kiprah Noe tak berhenti di dunia musik. Putra budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun ini memiliki latar belakang akademik yang kuat.

Ia mengenyam pendidikan di University of Alberta, Kanada, dengan fokus studi Matematika dan Fisika. Keilmuan tersebut kerap membawanya diundang sebagai pembicara di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Latar keluarga dan nilai-nilai egaliter yang ditanamkan sejak kecil turut membentuk cara pandang Noe. Cak Nun pernah mengungkapkan hubungan yang setara dalam keluarganya.

“Hubungan saya dan Via (Novia) dengan Sabrang (Noe) sangat egaliter, tidak ada nuansa bapak-ibu-anak. Kita dengan Sabrang lebih sebagai teman. Jika Sabrang nanti menikah, yang mendampingi tetap saya dan ibunya Sabrang. Via panitianya,” ujar Cak Nun.

Selain bermusik, Noe juga aktif di industri kreatif. Pada 2008, ia mendirikan rumah produksi Pic[k]Lock Films bersama Demi Umaya Rachman. Sejumlah film yang diproduksi antara lain Guru Bangsa Tjokroaminoto, Rayya, Cahaya di Atas Cahaya, hingga Sampai Nanti, Hanna!.

Kini, dengan pelantikan sebagai Tenaga Ahli Madya DPN, Noe Letto memasuki babak baru pengabdian di ranah kebijakan strategis.

Pemerintah berharap kontribusi pemikiran lintas disiplin yang dimilikinya dapat memperkaya kajian Dewan Pertahanan Nasional dalam menghadapi tantangan pertahanan yang semakin kompleks. (*)

Tombol Google News

Tags:

Sabrang Mowo Damar Panuluh Noe Letto Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional DPN Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin Cak Nun Kementerian Pertahanan RI Emha Ainun Nadjib