KETIK, BANDAR LAMPUNG – Citra negatif Provinsi Lampung yang selama ini kerap dilekatkan dengan stigma keamanan perlahan mulai memudar. Saat ini, Lampung justru menunjukkan wajah baru sebagai daerah tujuan wisata yang diminati pelancong domestik maupun mancanegara, sekaligus sebagai daerah yang melahirkan generasi muda berprestasi di berbagai bidang.
Salah satu bukti nyata perubahan tersebut hadir dari dunia akademik. Seorang pemuda asal Lampung, M Enriko Tosulpa, berhasil menyelesaikan studi doktoral (S3) di bidang Teknik Sipil di Universitas Tarumanagara, Jakarta. Pencapaian tersebut menempatkan Enriko sebagai salah satu doktor termuda dari generasi putra-putri Lampung.
Pemuda kelahiran Bandar Lampung, 28 September 1994 itu, tidak hanya menorehkan prestasi akademik. Enriko juga aktif meniti karier sebagai dosen Program Studi Teknik Sipil di Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai. Selain mengajar, ia turut berperan sebagai Instruktur Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada asosiasi IASPRO (Ikatan Asesor Profesional Indonesia).
Melalui kiprahnya di bidang pendidikan dan profesi, Enriko ingin berkontribusi langsung dalam mengangkat citra daerah asalnya. Ia menilai bahwa prestasi dan pendidikan menjadi kunci utama untuk mematahkan stigma negatif yang selama ini melekat pada Provinsi Lampung.
M Enriko menjadi Salah Satu Doktor Teknik Sipil Termuda di Provinsi Lampung. Jumat 9 Januari 2026. (Foto: Andriego/Ketik.com)
"Kami tidak memperdulikan stigma ‘begal’ yang berkembang di kalangan publik. Justru kami putra putri Lampung harus lebih berkembang dalam segi pendidikan dan prestasi untuk mengharumkan tanah kelahiran kami ini," terangnya.
Enriko menjelaskan bahwa pilihannya menekuni bidang teknik sipil dilandasi keinginan membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur di Lampung. Ia menilai pembangunan infrastruktur yang baik menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam disertasinya yang berjudul “Model Penanganan Pengaruh Kerusakan Jalan Nasional Akibat Muatan Berlebih”, Enriko mengkaji persoalan kerusakan jalan yang disebabkan oleh kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL). Penelitian tersebut menyoroti bahwa kerusakan jalan akibat muatan berlebih menjadi prioritas utama karena lemahnya pengawasan dan penanganan di lapangan.
Ia menegaskan, pemerintah daerah perlu menempatkan perbaikan dan pengawasan jalan sebagai agenda prioritas. Infrastruktur jalan yang layak dinilai mampu menunjang kelancaran distribusi barang, meningkatkan konektivitas wilayah, serta mendorong kemajuan berbagai sektor pembangunan di Provinsi Lampung.
Prestasi Enriko juga mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Lampung. Gubernur Lampung, Rahmat Mirza Dzausal, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas capaian akademik tersebut.
"Dengan ini menambah daftar putra putri terbaik untuk Lampung sehingga dapat membantu Lampung ke depannya lebih baik lagi serta untuk mendukung Generasi Emas Indonesia khususnya Generasi Emas Provinsi Lampung," harap Gubernur Lampung Rahmat Mirza Dzausal.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa Provinsi Lampung terus melahirkan sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah dan nasional, sekaligus memperkuat citra Lampung sebagai daerah yang maju, aman, dan berdaya saing.
