KETIK, JOMBANG – Anggaran miliaran rupiah dari pajak rakyat rupanya bukan jaminan bagi ketahanan infrastruktur di Kabupaten Jombang. Belum genap tiga bulan pasca-serah terima pekerjaan, proyek revitalisasi Pasar Ploso senilai Rp 3,9 miliar kini menjadi sorotan tajam setelah atap kanopinya ambruk total, Rabu dini hari (18/3/2026).
Insiden ini tidak hanya menyisakan puing-puing baja di lantai pasar, tetapi juga menguak aroma ketidakberesan dalam perencanaan dan pengawasan proyek fisik di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Jombang.
Anggota Komisi C DPRD Jombang, Syaifulloh, yang melakukan inspeksi mendadak ke lokasi bersama rekannya, Samsul Huda, tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya.
Ia menilai kerusakan bangunan yang masih dalam hitungan hari ini sebagai indikasi kuat adanya kegagalan konstruksi atau rendahnya standar material yang digunakan.
"Bagaimana mungkin proyek yang baru seumur jagung, dengan anggaran hampir mencapai Rp4 miliar, bisa ambruk begitu saja? Ini bukan sekadar musibah, ini adalah tanda tanya besar bagi kualitas perencanaan dan pelaksanaan di lapangan," tegas Syaifulloh saat meninjau lokasi, Minggu 22 Maret 2026.
Ironisnya, bangunan yang diresmikan pada awal 2026 ini seharusnya menjadi fasilitas penunjang ekonomi warga, namun kini justru membahayakan keselamatan pedagang.
Tak ingin kasus ini menguap begitu saja, DPRD Jombang berjanji akan menyeret pihak-pihak bertanggung jawab ke meja hijau legislatif. Rapat Dengar Pendapat (RDP) pun telah dijadwalkan untuk membedah borok proyek revitalisasi ini.
"Kami akan dalami secara menyeluruh. Kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, hingga dinas terkait harus memberikan penjelasan teknis yang masuk akal. RDP akan segera kami gelar setelah libur Lebaran," pungkas Syaifulloh.
Ambruknya atap kanopi pasar Ploso, Jombang terjadi sekitar pukul 01.30 WIB tersebut nyaris memakan korban jiwa. Sri Wahyuni (45), salah satu pedagang yang tengah bersiap membuka kios, menjadi saksi mata betapa rapuhnya konstruksi sepanjang 15 meter tersebut.
"Terdengar suara 'kretek-kretek' dari atas. Saya kira ada kucing, ternyata struktur kanopinya yang bergerak sebelum akhirnya jatuh menghantam lantai," kenang Sri dengan raut wajah masih trauma.
Kejadian ini memperpanjang daftar hitam proyek infrastruktur publik yang dikerjakan secara terburu-buru namun abai terhadap aspek keamanan jangka panjang. (*)
