KETIK, LEBAK – Kawasan wisata Bendungan Waduk Karian yang terletak di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat.
Hampir seluruh warga Lebak, khususnya dari wilayah Rangkasbitung, Sajira, Warunggunung, Cimarga, Muncang, hingga daerah lainnya, mengenal kawasan wisata yang menawarkan panorama danau buatan tersebut.
Bendungan Waduk Karian merupakan danau buatan yang berfungsi menampung air dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Lebak.
Selain memiliki peran strategis dalam pengelolaan sumber daya air, kawasan ini juga menyuguhkan pemandangan alam yang indah dan menenangkan, sehingga kerap dijadikan lokasi rekreasi keluarga maupun tempat melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
Setiap hari, kawasan Bendungan Waduk Karian ramai dikunjungi masyarakat. Pengunjung datang bersama keluarga untuk menikmati suasana danau, bersantai di ruang terbuka, hingga menghabiskan waktu sore. Aktivitas tersebut semakin meningkat pada akhir pekan dan hari libur.
Namun, di balik ramainya kunjungan wisatawan, aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan juga kerap terjadi.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu, 25 Januari 2026, sekitar pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB, puluhan anak muda terlihat berkumpul dan melakukan aksi balap liar di sekitar kawasan bendungan.
Aksi tersebut bahkan menarik perhatian pengunjung lain yang menyaksikan dari pinggir jalan.
Salah seorang pengunjung asal Rangkasbitung, Aji, mengatakan bahwa dirinya datang ke Waduk Karian untuk beristirahat sejenak dan menikmati pemandangan danau bersama keluarga.
Namun, ia mengaku cukup terkejut dengan adanya aktivitas balap liar di sekitar kawasan wisata tersebut.
“Saya ke sini untuk rehat sejenak dan menikmati pemandangan danau bersama keluarga. Tapi ternyata di sisi Bendungan Waduk Karian ada balap liar,” ujar Aji saat diwawancarai oleh ketik.com.
Ia menambahkan, beberapa kelompok atau geng anak muda tampak saling mengadu kecepatan kendaraan, bahkan berlomba menunjukkan siapa yang paling cepat di lintasan sekitar waduk.
"Kondisi tersebut dinilai dapat membahayakan keselamatan pengendara, pengunjung, maupun pengguna jalan lainnya," katanya
Ia berharap pihak terkait dapat meningkatkan pengawasan serta penertiban di kawasan wisata Bendungan Waduk Karian.
"Dengan pengelolaan dan pengamanan yang lebih optimal, kawasan wisata ini diharapkan tetap menjadi ruang publik yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh pengunjung," tutupnya. (*)
