Peserta Masih Minim, Cek Kesehatan Gratis di Pacitan Baru Sentuh 28,87 Persen

11 Desember 2025 12:43 11 Des 2025 12:43

Thumbnail Peserta Masih Minim, Cek Kesehatan Gratis di Pacitan Baru Sentuh 28,87 Persen

Warga lansia yang melakukan cek kesehatan di layanan kesehatan Pacitan, Kamis, 11 Desember 2025. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Program cek kesehatan gratis (CKG) di Kabupaten Pacitan masih sepi peminat. 

Meski sudah dicanangkan sejak 11 Februari 2025 dengan target menjangkau 36 persen penduduk setempat atau sekitar 215 ribu jiwa, realisasinya berjalan lambat.

Kondisi ini menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Kesehatan Daerah (Rakor Kesda) yang digelar Dinas Kesehatan di Auditorium Museum dan Galeri Seni SBY*Ani, Rabu, 10 Desember 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, Daru Mustikoaji menyampaikan bahwa capaian CKG per 8 Desember baru berada di angka 28,87 persen.

Puluhan kuota pelayanan CKG per hari di setiap puskesmas pun kerap kosong.

“Tanpa dukungan panjenengan semua lintas sektor maka program kesehatan tidak akan berjalan dengan baik,” ujar Daru.

Minimnya antusiasme masyarakat menjadi persoalan utama.

“Yang datang ke puskesmas masih sangat rendah,” ucap Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Pacitan, Nunuk Irawati waktu lalu saat diwawancarai ketik.com.

Ia mengaku heran karena puskesmas sudah menyediakan akses pendaftaran yang mudah, mulai dari aplikasi SatuSehat Mobile, WhatsApp, hingga registrasi langsung menggunakan KTP atau KK.

Tak hanya itu, barcode skrining mandiri juga telah dipasang di puskesmas agar warga bisa langsung mengisi data sebelum menunggu giliran.

Namun banyak warga yang sudah mendaftar justru tidak hadir saat jadwal pemeriksaan. 

“Jumlah yang hadir juga belum banyak pergerakan. Masih jauh dari harapan,” sambung Nunuk.

Padahal, program CKG dirancang untuk mendeteksi dini penyakit yang sering luput, seperti hipertensi hingga risiko stroke.

Lebih dari 600 ribu orang di Indonesia meninggal tiap tahun karena penyakit kardiovaskular, dan sebagian besar dapat dicegah melalui pemeriksaan kesehatan rutin.

“Yang sehat akan kita beri panduan hidup sehat, yang berisiko akan diarahkan ke layanan lanjutan,” jelas Nunuk.

Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, dalam kesempatan yang sama mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperbaiki capaian program.

Ia berharap masyarakat mulai menyadari pentingnya deteksi dini.

“Rakor ini penting untuk evaluasi, mudah-mudahan derajat kesehatan masyarakat Pacitan semakin baik,” ujarnya.

Dinkes Pacitan berharap edukasi terus digencarkan agar masyarakat tidak lagi menyepelekan pemeriksaan kesehatan.

“Cek kesehatan itu bukan buat orang sakit, tapi supaya kita nggak jadi orang sakit. Tidak usah ragu datang ke puskesmas,” ajak Nunuk.

Acara Rakor Kesda turut dihadiri unsur forkopimda, Sekretaris Daerah Heru Wiwoho, dan perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.(*)

Tombol Google News

Tags:

pacitan ProkopimPacitan PemkabPacitan pacitan70mileseaparadise CKG di Pacitan