KETIK, PACITAN – Rontek gugah sahur yang digelar pada pekan keempat Ramadan 1447 Hijriah, Minggu, 15 Maret 2026 dini hari, memadati jalanan di Kabupaten Pacitan.
Pantauan Ketik.com, selain membawa alat musik kentong, bedug, hingga gong, seperti sebelumnya para peserta juga mengibarkan bendera dan menyalakan flare hingga mercon.
Terlihat ada yang berbeda dari biasanya, kali ini beberapa peserta bahkan tampil unik dengan mengenakan kostum yang beragam, mulai dari kostum kethek ogleng, tuyul, power rangers, hingga kostum karnaval.
Masyarakat yang menyaksikan juga terlihat antusias mengikuti jalannya acara.
Salah satu warga asal Kecamatan Pacitan yang ikut menyaksikan, Nurul Avita, mengaku bahwa rontek selalu dinantikannya setiap tahun.
"Selalu, dan nggak boleh ketinggalan," ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peserta berasal dari 17 desa dan kelurahan.
Meliputi, kelompok dari Desa Menadi, Mentoro, Purworejo, Sirnoboyo, Sukoharjo, dan beberapa desa lainnya di sekitar timur, barat, dan selatan kota.
Berdasarkan pengamatan aparat keamanan, jumlah peserta diperkirakan mencapai 2.000 hingga 3.000 orang, belum termasuk masyarakat yang datang menyaksikan.
Seiring meningkatnya jumlah peserta, pihak keamanan turut mempertebal personel.
Sebanyak ratusan personel gabungan diterjunkan dalam pengamanan rontek gugah sahur.
Kepala Satpol-PP Pacitan, Ardyan Wahyudi, menyebutkan bahwa jumlah personel pengamanan ditambah menjadi 260 dari biasanya yang hanya 170.
Petugas pengamanan disebar di sejumlah titik strategis, seperti depan Pendopo Kabupaten Pacitan, Perempatan Penceng, hingga kawasan Taman Bugar, untuk menjaga kelancaran acara dan mengantisipasi potensi gangguan.
Ardyan juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi menjaga ketertiban selama acara berlangsung.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah berpartisipasi dalam mengamankan dan pelaksanaan rontek tahun ini. Sejauh ini, rontek gugah sahur bisa kita nikmati dan masyarakat sangat antusias," ujarnya.
Sebagai penutup, Ardyan mengimbau agar seluruh peserta menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
"Mari kita jaga bersama agar pelaksanaan rontek gugah sahur tahun ini bisa berjalan dengan baik. Ini Pacitan, bukan soal kelompok atau geng, kita membawa nama Pacitan," pungkasnya.(*)
