Perkuat Sport Tourism, Kota Batu Segera Rampungkan Revitalisasi Lapangan Bola Standar Nasional

15 Januari 2026 18:38 15 Jan 2026 18:38

Thumbnail Perkuat Sport Tourism, Kota Batu Segera Rampungkan Revitalisasi Lapangan Bola Standar Nasional

Wali Kota Batu, Nurochman saat meninjau revitalisasi lapangan sepak bola Desa Sumberejo, pada Kamis, 15 Januari 2026. (Foto: Prokopim Setda Kota Batu)

KETIK, BATU – Lapangan sepak bola berstandar nasional dengan view pegunungan kini melengkapi pengembangan sport tourism Kota Batu. Berlokasi di Desa Sumberejo, fasilitas ini digadang-gadang menjadi magnet kegiatan olahraga dan penguatan ekonomi desa.

Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa pembangunan lapangan tersebut merupakan hasil proses panjang yang telah dirintis sejak beberapa tahun lalu.

“Pembangunan ini bukan karena saya sekarang menjabat sebagai wali kota. Prosesnya sudah dimulai sekitar tiga tahun lalu, ketika aspirasi ini saya sampaikan saat masih menjadi Ketua DPRD, meski sempat beberapa kali belum terealisasi,” ujarnya saat meninjau kondisi lapangan pada Kamis, 15 Januari 2026.

Menurutnya, revitalisasi lapangan desa menjadi bagian dari visi pembangunan daerah Mbatu Sae melalui program optimalisasi fasilitas olahraga. Pemerintah secara bertahap ingin memastikan lapangan desa memiliki kualitas yang layak dan representatif bagi masyarakat.

“Lapangan ini disiapkan agar anak-anak yang tergabung dalam sekolah sepak bola maupun klub lokal memiliki tempat bermain yang memadai. Selain itu, jika memenuhi standar, lapangan juga bisa disewakan kepada tim profesional, termasuk klub Liga 1, sehingga berpotensi menambah pendapatan desa,” jelasnya.

Meski demikian, Nurochman mengingatkan agar pengelolaan lapangan dilakukan secara terbuka dan profesional, tanpa bersifat eksklusif hanya untuk warga setempat. Ia menekankan pentingnya memberi ruang bagi tamu dari luar daerah yang ingin memanfaatkan fasilitas tersebut.

“Pengelolaan harus adil dan profesional. Fasilitas olahraga ini juga membutuhkan perawatan berkelanjutan. Karena itu, kepala desa perlu menganggarkan biaya pemeliharaan setiap tahun agar kualitas rumput, sistem drainase, dan daya serap air tetap terjaga,” tegasnya.

Saat ini, lapangan Desa Sumberejo masih berada dalam masa pemeliharaan selama enam bulan setelah revitalisasi rampung. Dalam periode tersebut, pemerintah desa diberi kesempatan menyampaikan keberatan atau evaluasi kepada pelaksana proyek apabila ditemukan kendala teknis, seperti genangan air, kerusakan rumput, atau drainase yang tidak berfungsi optimal.

Selain pengembangan lapangan sepak bola, Wali Kota Batu juga membuka peluang bagi desa untuk mengusulkan pengembangan kawasan lain yang berpotensi mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Tidak hanya lapangan, desa juga bisa mengajukan pengembangan kawasan lain yang dinilai memiliki potensi ekonomi. Semua desa punya kesempatan yang sama, selama pengelolaannya dilakukan secara profesional,” pungkasnya.

Diketahui, pembangunan lapangan sepak bola Desa Sumberejo dibiayai melalui Bantuan Khusus Pemerintah Kota Batu Tahun 2025 yang disalurkan melalui Dinas Perumahan. Nilai kontrak proyek tersebut tercatat sebesar Rp1.365.277.000. (*)

Tombol Google News

Tags:

Lapangan Sepak bola Desa Sumberejo Kota Batu Wali Kota Batu sport tourism Sport tourism kota batu