Jaga Warisan Budaya, Pemkot Batu Kucurkan Rp225 Juta untuk Penjaga Punden

2 Maret 2026 13:28 2 Mar 2026 13:28

Thumbnail Jaga Warisan Budaya, Pemkot Batu Kucurkan Rp225 Juta untuk Penjaga Punden

Salah satu punden yang ada di Kota Batu. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Komitmen menjaga warisan budaya terus diperkuat Pemerintah Kota Batu dengan menganggarkan Rp225 juta pada 2026 untuk insentif 125 juru pelihara punden. Kebijakan ini menjadi bentuk apresiasi atas peran mereka dalam merawat situs sejarah dan budaya yang tersebar di berbagai wilayah.

Setiap juru pelihara menerima insentif Rp150 ribu per bulan yang dicairkan setiap triwulan. Program tersebut telah berjalan selama lima tahun terakhir sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah mempertahankan identitas budaya Kota Batu.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menjelaskan bahwa insentif bagi penjaga punden sudah menjadi agenda rutin tahunan.

“Program ini sudah berjalan secara konsisten. Punden merupakan bagian dari identitas budaya daerah yang harus dijaga dan dilestarikan,” ujarnya, pada Senin, 2 Maret 2026.

Ia menambahkan, besaran insentif mengalami peningkatan sejak pertama kali diberikan. Pada 2022, juru pelihara menerima Rp100 ribu per bulan. Sejak 2023, nominal tersebut naik menjadi Rp150 ribu per bulan dan bertahan hingga saat ini.

Proses pendataan penerima dilakukan setiap akhir tahun berdasarkan usulan kepala desa dan lurah. Pemerintah desa dan kelurahan diberi kewenangan menentukan petugas yang bertanggung jawab, termasuk kemungkinan pergantian personel.

“Petugasnya bisa orang yang sama seperti tahun sebelumnya atau berganti. Itu menjadi kewenangan desa dan kelurahan,” katanya.

Selain dukungan finansial, para juru pelihara juga mendapatkan pembekalan untuk meningkatkan kapasitas mereka. Materi pelatihan meliputi pemahaman sejarah situs, nilai budaya lokal, hingga kemampuan komunikasi publik.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Pariwisata melibatkan praktisi pemandu wisata untuk memperkuat kemampuan juru pelihara dalam menyampaikan informasi kepada pengunjung.

“Mereka tidak hanya bertugas menjaga kebersihan dan keutuhan fisik situs, tetapi juga dapat berperan sebagai penyampai informasi budaya kepada masyarakat maupun wisatawan,” jelasnya.

Pemkot Batu menilai juru pelihara punden merupakan garda terdepan dalam menjaga nilai sakral dan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.

Melalui keberlanjutan program insentif ini, pemerintah berharap para penjaga situs tetap termotivasi merawat punden sekaligus memperkuat posisinya sebagai bagian dari daya tarik wisata budaya daerah.

“Kami ingin para juru pelihara merasa dihargai dan terus konsisten menjaga situs budaya yang menjadi warisan bersama,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Juru Punden Pemkot Batu Dinas Pariwisata Kota Batu Kota Batu