KETIK, MADIUN – Pemerintah Kota Madiun dan Pemerintah Kota Kediri resmi menjalin kerja sama antar daerah melalui penandatanganan kontrak kolaborasi di bidang pemerintahan, pembangunan, serta pengembangan potensi wilayah. Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Madiun Maidi bersama Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati di Balai Kota Kediri, Selasa, 13 Januari 2026.
Kerja sama lintas daerah ini dirancang untuk memperkuat sinergi kedua pemerintah kota dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks. Melalui kolaborasi tersebut, Pemkot Madiun dan Pemkot Kediri berupaya saling berbagi praktik terbaik serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki masing-masing daerah.
Kesepakatan kerja sama mencakup sejumlah sektor strategis, antara lain penguatan tata kelola pemerintahan, pengelolaan komunikasi dan informasi publik, pengembangan ekonomi dan UMKM, hingga sektor pariwisata. Pemerintah daerah berharap kolaborasi ini mampu meningkatkan daya saing serta kualitas pelayanan publik di kedua kota.
Wali Kota Madiun, Maidi, menegaskan bahwa sektor ekonomi menjadi prioritas utama dalam kerja sama tersebut. Ia menilai pertumbuhan ekonomi yang kuat akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan kesehatan sebuah kota.
"Jika ekonomi kota tumbuh baik, maka kota itu akan sehat. Karena itu ekonomi menjadi prioritas kami nomor satu," ujarnya pada Rabu, 14 Januari 2026.
Ia menambahkan, kerja sama antarkota menjadi kebutuhan penting agar potensi yang dimiliki masing-masing daerah dapat saling mengisi dan mendukung pembangunan secara berkelanjutan.
"Sinergi antarkota itu diperlukan sehingga nantinya potensi masing-masing daerah akan saling melengkapi satu sama lain," imbuhnya.
Selain sektor ekonomi, Maidi menyampaikan bahwa kerja sama juga akan difokuskan pada pengembangan pariwisata, kuliner, serta program lingkungan hidup. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan pembangunan kota yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
"Pemkot Madiun menargetkan penerapan konsep zero waste dan zero kabel pada 2027 nanti. Diharapkan kerja sama ini juga merupakan bagian dari pembangunan kota yang berkelanjutan," pungkasnya.
