Ubaya Kukuhkan 10 Guru Besar Baru, Perkuat Riset dan Inovasi Kampus

4 Maret 2026 10:47 4 Mar 2026 10:47

Thumbnail Ubaya Kukuhkan 10 Guru Besar Baru, Perkuat Riset dan Inovasi Kampus

Pengukuhan 10 Guru Besar Baru di Ubaya. (Foto: ubaya.ac.id

KETIK, SURABAYA – Universitas Surabaya (Ubaya) kembali menambah jajaran guru besar dengan mengukuhkan 10 profesor baru. Penambahan ini diharapkan mampu memperkuat pengembangan riset dan inovasi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Pengukuhan dilakukan dalam rapat senat terbuka di Kampus Ubaya Tenggilis pada Selasa, 3 Maret 2026. Dengan adanya tambahan tersebut, jumlah profesor aktif di Ubaya kini menjadi 36 orang.

Rektor Ubaya, Benny Lianto, mengatakan bahwa pengangkatan para profesor ini bukan hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kapasitas akademik kampus menjelang peringatan Dies Natalis ke-58 Ubaya pada 11 Maret mendatang.

Menurutnya, semakin banyak guru besar yang dimiliki sebuah perguruan tinggi, semakin besar pula peluang untuk memperkuat kepemimpinan ilmiah, memperluas kolaborasi riset, serta mendorong hilirisasi inovasi.

Ia berharap para profesor baru dapat menghasilkan penelitian unggulan, membuka kerja sama dengan industri, serta menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan di masyarakat.

Sepuluh profesor yang dikukuhkan berasal dari berbagai bidang keilmuan. Dari Fakultas Hukum, Prof. Dr. Go Lisanawati menyoroti pentingnya penguatan sistem pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Sementara itu, bidang farmasi menjadi salah satu yang paling banyak menyumbang penelitian. Topik yang diangkat antara lain karakterisasi herbal berbasis sains dan kecerdasan artifisial, pengembangan terapi asma yang lebih personal, isu resistensi antibiotik dalam praktik biomedis klinis, serta pengembangan fitofarmaka berbasis penanda kimia.

Di bidang ekonomi dan bisnis, penelitian yang diangkat mencakup pengembangan akuntansi berbasis pasar serta pengelolaan keuangan perguruan tinggi yang berkelanjutan.

Adapun dari Fakultas Teknik dan Teknobiologi, sejumlah penelitian berfokus pada pengembangan pembelajaran mesin, pemanfaatan generative AI dalam teknologi pendidikan, serta riset biomarker prediktif berbasis metilasi DNA.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, berharap para profesor yang baru dikukuhkan dapat menjadi motor penggerak perubahan di tengah berbagai tantangan global.

Ia menekankan bahwa peran profesor tidak hanya sebatas menghasilkan penelitian, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kualitas riset serta pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi perlu terus diperkuat agar kampus mampu unggul dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian.

Bertambahnya jumlah guru besar juga diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa serta peneliti muda untuk terlibat dalam riset-riset strategis.

Lebih jauh, inovasi yang lahir dari lingkungan akademik diharapkan dapat memberikan solusi terhadap berbagai persoalan nyata, mulai dari kesehatan masyarakat, tata kelola keuangan, hingga perkembangan teknologi digital di bidang pendidikan.

Ke depan, Ubaya juga menargetkan perluasan kerja sama penelitian dengan berbagai industri dan lembaga internasional. Dengan dukungan 36 profesor aktif, kampus tersebut menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem akademik yang produktif sekaligus relevan dengan kebutuhan Indonesia di masa mendatang.(*)

Tombol Google News

Tags:

Info Kampus surabaya Ubaya Guru Besar Kampus Surabaya Profesor Riset dan inovasi Tri Dharma Perguruan Tinggi Pendidikan