KETIK, BANDUNG – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC) Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung menggelar istighosah memperingati Hari Lahir 100 Tahun Masehi NU, di Masjid Besar Rancaekek, Desa Rancaekek Wetan, Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Minggu 1 Februari 2026.
Peringatan Harlah NU tingkat Kecamatan Rancaekek ini berlangsung sederhana namun lebih spesial karena dihadiri Rais Syuriah PCNU Kabupaten Bandung KH Haedar Mustofa Kamal dan Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Rancaekek Gugum Gumilar beserta jajaran Forkopimcam Rancaekek dan Ketua MUI Rancaekek.
Plt Camat Rancaekek secara resmi membuka kegiatan Istigosah Harlah ke-100 NU ini, dengan diawali seruan atau pekikkan yel-yel khas NU yang disambut seluruh jamiyah NU yang hadir.
"Siapa kita? KB NU Rancaekek! NKRI? Harga Mati! Pancasila? Jaya! Aswaja? Akidah kita! KB NU Rancaekek? Luar Biasa!" pekik Gugum saat membuka acara, disambut para jamiyah yang hadir.
"Selamat datang di Rancaekek khususnya kepada sesepuh kita semua Rois Syuriah PCNU Kabupaten Bandung Pak Kiai Haji Haedar Mustofa Kamal. Atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung, Pemerintah Kecamatan Rancaekek mengucapkan selamat memperingati Hari Lahir NU ke-100 Masehi," ucap Gugum yang juga selaku Kabag Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Bandung ini.
Gugum menitipkan kepada NU Rancaekek untuk tetap menjaga kekompakan dan kondusivitas wilayah. Ia berharap dengan peringatan harlah ini mampu mempererat tali silaturahmi, serta makin meningkatkan kolaborasi dengan Forkopimcam Rancaekek ke depan.
"Silahkan NU untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Bandung. Tetap jaga kondusivitas, tetap semangat dan eksis. Semoga di usianya yang ke-100 ini, NU semakin maju dan makin lebih baik," ucap Gugum.
Ketua Tanfidziyah MWC Rancaekek KH Ending Jauharudin mengaku bangga dan bahagia karena kegiatan peringatan Harl NU yang digelar secara sederhana ini menjadi luar biasa dan istimewa dengan kehadiran Rais Syuriah dan Plt Camat Rancaekek.
"Peringatan Harlah NU di Kecamatan Rancaekek ini sederhana. Tapi menjadi luar biasa dan saya sangat bahagia karena kehadiran sesepuh NU Engki Rois Syuriah yang menyempatkan diri untuk hadir dan memimpin doa bagi muassis KH Hasyim Ashari, juga kehadiran Pak Camat," kata Ending.
Para peraih penghagan MWCNU Rancaekek.
Ending berharap kegiatan ini menjadi amal kebaikan bagi panitia dan jamiyah yang hadir. "Mudah-mudahan dengan kegiatan Istighosah Harlah ini kita bisa lebih mencintai NU dan lebih dewasa dalam berorganisasi, dengan lebih ikhlas dalam berkhidmat di NU yang kita cintai," harap Ending.
Sekretaris MWC NU Rancaekek, Ajengan Jujun menambahkan dengan peringatah Harlah ke-100 ini bisa menjadi wasilah dan ghiroh bagi semua jamiyah dalam berkhidmat kepada NU.
"Semoga kita semua juga diakui sebagai santrinya Hadratussyekh KH Hasyim Asyari yang menyatakan 'Barangsiapa yang mengurusi NU, akan aku anggap sebagai santriku. Barangsiapa yang kuanggap sebagai santriku, akan kudoakan semoga beserta anak-cucunya mati dalam keadaan husnul khotimah," kata Ajengan Jujun mengutip ungkapan mutiara Kiai Hasyim Asy'ari.
Selain sambutan-sambutan, kegiatan juga diisi dengan istighosah yang dipimpin Rois Syuriah PRNU Desa Jelegong H Zaelani dan penyerahan santunan dari Lazisnu Rancaekek.
MWC NU Rancaekek juga memberikan apresiasi dengan emberikan penghargaan kepada lembaga dan badan otonom (banom) terbaik Kecamatan Rancaekek dan Pengurus Ranting terbaik.
Sebagai Banom Terbaik yakni PAC Muslimat Rancaekek, Lembaga Terbaik yaitu Lazisnu Rancaekek dan LPNU Rancaekek, sedangkan ranting terbaik terpilih PRNU Desa Bojongloa.(*)
