KETIK, SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak meminta masyarakat untuk kooperatif kepada pemerintah dalam penanganan vaksin campak yang terjadi di Kabupaten Sampang.
"Semua tenaga kesehatan turun ke lapangan. Percayalah mereka adalah praktisi yang mempunyai kompetensi dan jangan percaya dengan hoaks mengenai vaksin," katanya saat ditanya pada saat Emil menghadiri acara Indonesia Marketing Festival 2025 di Ballroom Hotel Sheraton, Surabaya, Kamis, 28 Agustus 2025.
Ia juga menyampaikan, Pemprov Jatim sudah melakukan upaya dengan cepat untuk menangani kejadian luar biasa campak yang terjadi di Kabupaten Sampang.
"Jadi ini penanganan outbreak namanya, penanganan outbreak campak. Ibu (gubernur) langsung turun ke lapangan untuk memberikan satu pemicu besar kepada seluruh insan di sana," lanjutnya.
Tak hanya Gubernur Khofifah Indar Parawansa, ia menjelaskan kejadian luar biasa campak di Kabupaten Sumenep juga mendapatkan perhatian dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
"Menteri kesehatan juga melakukan pantauan secara intensif. Kami ketemu waktu itu dalam even lain. Tetapi sempat bertemu dengan Pak Menteri Kesehatan," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada Sabtu, 23 Agustus 2025 lalu berkunjung ke Kabupaten Sumenep untuk langsung menangani Kasus Luar Biasa (KLB) Campak di Kabupaten Sumenep.
Di sana, orang nomor satu di Jawa Timur itu menggelar rapat teknis penanganan KLB Campak di Kantor Bupati Sumenep dan kemudian melakukan peninjauan terhadap warga yang dirawat di RS Moh. Anwar Sumenep.
Percepatan penanganan campak di Kabupaten Sumenep ini dengan memberikan vaksin campak rubella masal pada 25 Agustus - 14 September 2025 mendatang.
"Kami mohon semua elemen bersatu padu menyampaikan pesan ini kepada masyarakat," kata Khofifah dalam keterangan resmi beberapa hari lalu.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, hingga Agustus 2025, tercatat 17 kasus meninggal akibat campak. Dari jumlah itu, 16 di antaranya terkonfirmasi tidak pernah menjalani imunisasi, sedangkan satu lainnya tidak lengkap imunisasinya.
Pemprov Jatim telah mengirimkan 9.825 vial vaksin MR atau Measles and Rubella dari Kementerian Kesehatan ke Dinas Kesehatan Sumenep untuk dilakukan vaksinasi masal yang sudah dimulai sejak Senin, 25 Agustus 2025. (*)