KETIK, BATU – Program 1.000 Sarjana Pemerintah Kota Batu mendapat suntikan dana ratusan juta rupiah dari Bank Jatim melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp236 juta.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari percepatan peningkatan kualitas pendidikan sekaligus penguatan sumber daya manusia (SDM) di Kota Batu.
Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan, kontribusi Bank Jatim merupakan langkah nyata dalam mendorong keberhasilan program tersebut.
“Hingga saat ini, Bank Jatim menjadi satu-satunya pihak yang secara khusus mengarahkan bantuannya untuk mendukung program 1.000 Sarjana,” ujarnya di Balai Kota Among Tani, Senin, 30 Maret 2026.
Ia menilai, bantuan tersebut memiliki arti strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Pemerintah Kota Batu juga mendorong agar kolaborasi dengan sektor perbankan terus diperluas, baik dari sisi nilai maupun cakupan manfaat.
“Tidak hanya dari besaran bantuan, tetapi juga perluasan manfaat yang dirasakan masyarakat. Kami optimistis pada 2026 pelaksanaan program ini akan semakin optimal,” katanya.
Menurutnya, capaian program ini tidak lepas dari peran aktif Dinas Pendidikan yang terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami yakin ke depan hasilnya akan lebih baik, seiring semakin intensnya komunikasi dengan para stakeholder,” tegasnya.
Nurochman menjelaskan, program 1.000 Sarjana dirancang berbeda dari skema beasiswa pada umumnya.
Pemerintah tidak memberlakukan ikatan dinas bagi penerima, sehingga lulusan memiliki keleluasaan dalam menentukan arah karier.
“Tujuan utama program ini adalah mencetak generasi yang kompetitif. Tidak ada kewajiban mengabdi seperti pada sekolah kedinasan,” jelasnya.
Proses seleksi penerima bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Batu untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.
Pemerintah Kota Batu optimistis target mencetak 1.000 sarjana dapat segera terealisasi, sekaligus memperkuat daya saing generasi muda menuju terwujudnya generasi emas.
Sementara itu, Kepala Bank Jatim Cabang Batu, Andri Sastrawan, menyampaikan bahwa bantuan CSR tersebut merupakan bentuk sinergi antara kebijakan internal perusahaan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Program ini kami selaraskan dengan arah kebijakan pemerintah daerah, khususnya dalam mencetak sarjana melalui jalur beasiswa,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan telah direalisasikan pada Desember 2025 dan akan terus berlanjut pada tahun berikutnya dengan nilai yang diupayakan meningkat.
“Tahun depan program ini tetap berjalan, bahkan kami berupaya meningkatkan nilai bantuannya. Sepanjang 2025, sebanyak 47 pelajar telah menerima manfaat,” pungkasnya. (*)
