KETIK, BATU – Sebanyak 18 desa di Kota Batu kini telah terlayani dokter, sementara enam desa lainnya ditargetkan terpenuhi pada 2026 guna mewujudkan pemerataan akses layanan kesehatan.
Pemerintah Kota Batu terus mendorong pemerataan layanan kesehatan hingga ke tingkat desa melalui penguatan tenaga medis dan perluasan jangkauan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menyampaikan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan warga secara menyeluruh.
“Kami terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Saat ini 18 desa sudah terlayani, dan enam desa sisanya menjadi target kami tahun ini agar akses kesehatan benar-benar merata,” ujarnya, Minggu, 29 Maret 2026.
Selain penambahan tenaga dokter, Pemkot Batu juga menyiapkan penguatan layanan kesehatan dasar melalui dua strategi utama. Pertama, penambahan fasilitas poli gigi di seluruh Puskesmas untuk memperluas akses layanan kesehatan gigi dan mulut.
“Kedua, kami memperluas program home care yang selama ini sudah berjalan di Puskesmas. Ke depan, layanan ini akan menjangkau hingga Polindes agar pelayanan semakin dekat dengan masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan, perluasan layanan home care difokuskan pada kelompok rentan, khususnya lanjut usia dan penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan mobilitas.
“Fokus kami adalah lansia dan penyandang disabilitas. Kami ingin memastikan tenaga medis dapat hadir langsung ke rumah melalui koordinasi hingga tingkat Polindes,” tegasnya.
Melalui langkah tersebut, Pemkot Batu berharap sistem layanan kesehatan berbasis wilayah semakin kuat, sekaligus menjamin seluruh masyarakat, terutama kelompok rentan, memperoleh akses layanan kesehatan yang layak dan merata.
“Harapannya, pada tahun 2026 pemerataan layanan kesehatan dapat terwujud, karena kesehatan merupakan bagian penting dari komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)
