Kota Batu Ikut PSEL Malang Raya, Suplai 38 Ton Sampah Jadi Energi Listrik

30 Maret 2026 14:22 30 Mar 2026 14:22

Thumbnail Kota Batu Ikut PSEL Malang Raya, Suplai 38 Ton Sampah Jadi Energi Listrik

Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto (paling kanan) saat penandatanganan perjanjian kerjasama PSEL Malang Raya di Gedung Grahadi Surabaya. (Foto: Prokopim Kabupaten Malang)

KETIK, BATU – Pemerintah Kota Batu (Pemkot Batu) bergabung dalam kerja sama lintas daerah di Malang Raya untuk mengembangkan pengolahan sampah berbasis energi melalui proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari peran strategis Kota Batu dalam sistem kolaboratif regional yang terintegrasi, bukan sekadar pelengkap.

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menyampaikan bahwa Kota Batu masuk dalam skema PSEL sebagai daerah pendukung pasokan sampah.

“Kota Batu masuk dalam pengembangan PSEL Malang Raya sebagai daerah pendukung pasokan sampah,” ujarnya, Senin, 30 Maret 2026.

Dalam skema tersebut, Kota Batu diproyeksikan menyuplai sekitar 38,09 ton sampah per hari. Jumlah ini melengkapi kontribusi Kota Malang yang mencapai sekitar 500 ton per hari serta Kabupaten Malang sekitar 600 ton per hari.

Menurutnya, kombinasi volume sampah dari tiga wilayah tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan operasional fasilitas pengolahan berbasis energi.

“PSEL merupakan konsep pengolahan residu sampah menjadi energi, termasuk listrik, yang sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam mendorong pemanfaatan energi terbarukan,” jelasnya.

Ia menegaskan, proyek ini tidak hanya berorientasi pada penyelesaian persoalan sampah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan limbah sebagai sumber energi bernilai.

“Ini bukan sekadar soal sampah, tetapi bagaimana mengubahnya menjadi energi. Ini merupakan langkah maju menuju pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” katanya.

Untuk lokasi pembangunan, proyek PSEL Malang Raya saat ini mengarah ke Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. 

Penetapan lokasi tersebut merupakan hasil pembahasan lintas daerah, setelah sebelumnya sempat mempertimbangkan kawasan TPS Supit Urang di Kota Malang.

“Perkembangannya saat ini mengarah ke Pakis, Kabupaten Malang, dan itu menjadi titik temu dalam kerja sama regional,” ungkapnya.

Ia menilai, keterlibatan Kota Batu memiliki arti penting dalam jangka panjang, tidak hanya dalam penanganan sampah, tetapi juga memperkuat sinergi antar daerah di Malang Raya.

“Dengan adanya proyek ini, sampah tidak lagi menjadi beban lingkungan, melainkan dapat diolah menjadi energi yang bermanfaat. Ini bagian dari transformasi menuju kota yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tambahnya.

Pemkot Batu pun optimistis kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mengubah persoalan sampah menjadi potensi energi masa depan sekaligus memperkuat kerja sama regional. (*)

Tombol Google News

Tags:

PSEL Malang Raya Kota Batu Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto