KETIK, BATU – Menghadapi Pemilu 2029, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Batu mulai memperkuat konsolidasi internal melalui Musyawarah Cabang (Muscab) serentak se-Jawa Timur yang digelar di Hall Arjuna, Hotel Selecta, Sabtu, 28 Maret 2026.
Ketua DPC PKB Kota Batu, Nurochman, mengapresiasi loyalitas dan dedikasi kader dalam menjaga eksistensi partai. Ia menilai konsistensi tersebut menjadi modal penting untuk mempertahankan citra positif PKB di tengah dinamika politik daerah.
“Hal ini menunjukkan bahwa para pengurus partai politik di Kota Batu telah memiliki pengalaman dan kedewasaan dalam memimpin organisasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi politik di Kota Batu yang dinilai kondusif. Stabilitas tersebut, kata dia, tidak lepas dari sinergi dan komunikasi yang terjalin baik antarpartai politik.
Dalam kesempatan itu, Nurochman kembali menegaskan identitas PKB sebagai Green Party. Mengacu pada arahan Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, serta Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, ia mengajak seluruh kader untuk berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan.
“Komitmen terhadap lingkungan harus menjadi bagian dari praktik politik yang dijalankan bersama, termasuk dalam mengatasi persoalan sampah dan dampak cuaca ekstrem,” tegasnya.
Ia menambahkan, Muscab yang berlangsung hingga 5 April 2026 ini menjadi momentum untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus mengubah pola pikir kader.
“Melalui Muscab ini, kami mendorong kader tidak hanya berorientasi pada jabatan, tetapi lebih mengedepankan peran sebagai pelayan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, pesan Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar yang dibacakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB, Anggia Ermarini, menekankan pentingnya kehadiran kader secara konsisten di tengah masyarakat.
“Jangan hanya hadir setiap lima tahun sekali. Kerja politik harus dilakukan secara berkelanjutan melalui aksi nyata, bukan hanya menjelang pemilu,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut juga disinggung tantangan global yang berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat, termasuk pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial.
Di sisi lain, Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur, M Subaidi, menyebut Muscab serentak ini sebagai langkah strategis untuk menginternalisasi Mabda’ Siyasi atau prinsip politik PKB.
“PKB tidak boleh hanya hadir di kertas suara, tetapi harus mampu menjadi solusi nyata bagi persoalan kemiskinan, ketimpangan, dan keterbelakangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan kaderisasi berbasis ideologi yang adaptif terhadap perkembangan digital menjadi hal penting, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan. (*)
