KETIK, BATU – Peran pesantren dinilai menjadi kunci dalam menjaga akhlak masyarakat di tengah arus modernisasi. Hal itu disampaikan Wali Kota Batu, Nurochman, saat hadiri Silaturahmi dan Halal Bihalal Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Malang Raya di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Sabtu, 28 Maret 2026.
Ditengah pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata dan teknologi informasi, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan pembangunan dan nilai moral masyarakat.
Nurochman menyoroti sejumlah tantangan sosial yang muncul seiring perkembangan kota wisata, mulai dari degradasi moral di media sosial, perundungan, hingga penyalahgunaan narkoba. Ia menilai, pendidikan pesantren memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai akhlak.
“Kota Batu membutuhkan keseimbangan. Di tengah pesatnya perkembangan pariwisata, nilai sopan santun mulai tergerus. Saya meyakini pesantren memiliki kontribusi besar dalam membangun peradaban. Ketawadukan santri kepada kiai menjadi nilai penting bagi kami dalam menjalankan pemerintahan,” Cak Nur, sapaan akrabnya.
Sebagai putra asli Kota Batu, Cak Nur bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto berkomitmen menghadirkan birokrasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Ia menegaskan, kebijakan pemerintah harus memberi dampak nyata dan tidak sekadar menjadi wacana.
“Kami ingin birokrasi di Kota Batu lebih adaptif dan tidak kaku. Melalui doa para santri, kami berharap nilai-nilai pesantren dapat meresap dalam pola pikir aparatur, sehingga kepemimpinan berjalan amanah dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi alumni Pondok Pesantren Lirboyo dalam memperkuat nuansa religius di lingkungan pemerintahan. Berbagai kegiatan keagamaan yang rutin digelar dinilai turut membawa dampak positif bagi suasana birokrasi.
“Kami berharap para santri dapat memberikan masukan dan rekomendasi, sehingga nilai-nilai kebaikan dari Lirboyo dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Batu,” tuturnya.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri para kiai sepuh, Ketua MUI Kota Batu KH Abdullah Thohir, serta diisi tausiah oleh Gus Ahmad Kafa dan Gus Adib dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.
Sinergi antara ulama dan pemerintah diharapkan mampu memperkuat fondasi pembangunan Kota Batu yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga berkarakter dan berdaya saing. (*)
