Tembus 91 Ribu Wisatawan, Puncak Kunjungan ke Kota Batu Tahun Ini Justru Terjadi Sebelum Lebaran

29 Maret 2026 17:06 29 Mar 2026 17:06

Thumbnail Tembus 91 Ribu Wisatawan, Puncak Kunjungan ke Kota Batu Tahun Ini Justru Terjadi Sebelum Lebaran

Kerumunan wisatawan di salah satu destinasi wisata di Kota Batu. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Sebanyak 91.307 wisatawan tercatat mengunjungi Kota Batu selama libur panjang Lebaran 2026 hingga Rabu, 25 Maret 2026.

Lonjakan kunjungan tersebut dipicu rangkaian libur nasional, mulai dari cuti bersama Hari Raya Nyepi hingga libur sekolah, yang mendorong pergerakan wisatawan lebih awal dibandingkan pola sebelumnya.

Menariknya, puncak kunjungan justru terjadi sebelum Idulfitri, tepatnya pada 18 Maret 2026 dengan jumlah mencapai 14.542 orang.

Kondisi ini berbeda dari tren tahun-tahun sebelumnya yang umumnya mengalami puncak saat atau setelah Lebaran.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menjelaskan bahwa perubahan pola tersebut dipengaruhi momentum libur panjang yang dimanfaatkan masyarakat sebelum hari raya utama.

“Cuti bersama Nyepi menjadi pemicu awal lonjakan. Masyarakat memanfaatkan waktu sebelum hari raya, sehingga puncak kunjungan terjadi lebih cepat dari biasanya,” ujarnya, Minggu, 29 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pergerakan wisatawan sepanjang periode libur tidak berlangsung merata. Kunjungan mulai meningkat sejak 17 Maret, kemudian menurun saat perayaan Nyepi dan Idulfitri karena masyarakat lebih fokus menjalankan ibadah.

“Pada momen hari besar keagamaan, aktivitas wisata luar ruang cenderung menurun. Namun setelah itu, kunjungan kembali meningkat dengan cepat,” jelasnya.

Hal tersebut terlihat pada 22 Maret, ketika jumlah wisatawan kembali melonjak mendekati 10 ribu orang, menandakan aktivitas liburan kembali bergeliat setelah rangkaian ibadah selesai.

Sementara itu, sektor akomodasi menunjukkan tren berbeda. Tingkat hunian tetap stabil sepanjang periode libur, dengan okupansi tercatat di atas dua ribu unit, baik saat Nyepi maupun Idul Fitri.

“Hal ini menunjukkan wisatawan dari luar daerah tetap memilih menginap di Kota Batu, meskipun aktivitas wisata menurun untuk menghormati perayaan keagamaan,” katanya.

Selain itu, perbedaan waktu pelaksanaan Idulfitri pada tanggal 20 dan 21 Maret turut memengaruhi ritme kunjungan. Saat sebagian masyarakat mulai fokus pada kegiatan silaturahmi, jumlah wisatawan sempat menurun sebelum kembali meningkat setelah Lebaran.

Onny menilai dinamika tersebut menjadi catatan penting dalam merumuskan strategi pengembangan pariwisata ke depan. Ia menegaskan, pendekatan tidak bisa lagi bergantung pada satu momentum libur besar.

“Pola tahun ini menunjukkan bahwa kombinasi libur nasional dan perilaku masyarakat sangat menentukan arus wisata. Ini harus menjadi dasar dalam menyusun strategi pariwisata ke depan,” tegasnya.

Dari total kunjungan sementara, sektor destinasi wisata masih menjadi penyumbang terbesar dengan lebih dari 76 ribu wisatawan, sementara sektor akomodasi sekitar 15 ribu.

Pemerintah Kota Batu optimistis angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses rekapitulasi data yang belum sepenuhnya rampung. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kunjungan Wisata Libur Lebaran 2026 Kota Batu Dinas Pariwisata Kota Batu Idul Fitri dan Nyepi 2026