KETIK, MALANG – Setelah sebelumnya mengalami kenaikan signifikan, kini harga emas menunjukkan tren penurunan. Tidak hanya logam mulia seperti emas batangan ANTAM, melainkan juga perhiasan.
Memanfaatkan momen tersebut, warga pun ramai-ramai memborong logam mulia sebagai alat investasi. Seperti yang terlihat di Toko Emas Bulan Purnama yang terletak di Pasar Besar, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Salah seorang karyawan Toko Emas Bulan Purnama, Faisal, mengatakan, penurunan harga emas sudah mulai terjadi sejak akhir Lebaran. Untuk emas batangan ANTAM, kini harganya sudah turun menjadi Rp3,1 juta per gram setelah sebelumnya bertahan lama di angka Rp3,5 juta per gram.
"Sedangkan untuk emas perhiasan, kini harganya mulai Rp2 jutaan. Sedangkan yang perhiasan emas muda, harganya berada di angka Rp1,2 jutaan," jelasnya kepada Ketik.com, Senin, 30 Maret 2026.
Dirinya menjelaskan, kini banyak warga mulai memborong emas batangan dibandingkan membeli emas dalam bentuk perhiasan. Diperkirakan, penurunan hanya terjadi sebentar dan akan kembali naik.
"Kini, banyak warga yang membeli logam mulia buat investasi atau tabungan jangka panjang. Penurunan harga emas ini karena faktor geopolitik Timur Tengah seperti perang Israel Amerika dan Iran," terangnya.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Regina, mengaku saat ini merupakan momen yang tepat untuk membeli emas. Ia pun membeli dua logam mulia dengan masing-masing seberat setengah gram.
"Ini saya belikan buat anak, buat investasi dan mengajari anak menabung. Jadi, uang THR Lebaran dikumpulkan dan diwujudkan dalam bentuk emas batangan," ungkapnya.
Ia juga menambahkan, lebih cocok membeli emas batangan dibandingkan perhiasan. Selain karena kadarnya, saat dijual harganya lebih mahal.
"Harga emas pasti akan selalu naik, sehingga cocok buat tabungan. Andaikan terjadi penurunan, turunnya itu tidak terlalu signifikan," tandasnya. (*)
