Pemkab Situbondo dan Pemkab Serang Gagas Festival Anyer–Panarukan

21 Januari 2026 16:49 21 Jan 2026 16:49

Thumbnail Pemkab Situbondo dan Pemkab Serang Gagas Festival Anyer–Panarukan

Bupati Situbondo pakai batik bersama Menteri Desa, Rabu 21 Januari 2026 (Foto : Adinda Octaviani / ketik.com)

KETIK, SITUBONDO – Menghidupkan kembali Jejak Jalan Raya Pos, Pemkab Situbondo dan Pemkab Serang Banten, mengagendakan Festival Anyer–Panarukan, Rabu 21 Januari 2026.

Festival Anyer–Panarukan sebagai agenda budaya dan sejarah berskala nasional. Festival ini diinisiasi oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dengan mengangkat kembali jejak historis Jalan Raya Pos Anyer–Panarukan yang dibangun pada era kolonial Belanda.

Bupati Situbondo Yusuf Wahyu Rio Prayogo yang akrab disapa Mas Rio itu mengatakan bahwa, Festival Anyer–Panarukan dirancang bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang edukasi sejarah dan penguatan identitas daerah.

"Jalur sepanjang 1.000 kilometer itu dinilai memiliki nilai historis yang kuat sekaligus relevan untuk dikontekstualisasikan dengan pembangunan desa dan pariwisata saat ini. Festival ini kami gagas sebagai upaya menghidupkan kembali memori kolektif bangsa tentang Jalan Raya Pos Anyer–Panarukan, sekaligus mendorong desa-desa di sepanjang jalur sejarah itu untuk tumbuh melalui ekonomi kreatif dan pariwisata,” ujar Mas Rio.

Rencana ini, lanjut Mas Rio, disiapkan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Serang, Banten, sebagai daerah titik awal Jalur Anyer. "Komunikasi awal telah dilakukan dengan Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, guna membangun sinergi antar daerah dalam penyelenggaraan festival berbasis sejarah nasional.

“Kami sepakat bahwa Anyer–Panarukan yakni narasi besar bangsa yang harus dihadirkan bersama. Kolaborasi lintas daerah menjadi kunci agar festival ini tidak bersifat parsial,” kata Bupati jebolan Universitas Indonesia itu.

Festival Anyer–Panarukan, imbuh Mas Rio, akan dikemas dalam berbagai kegiatan, mulai dari pameran sejarah, pertunjukan seni budaya, hingga partisipasi UMKM desa.

Pemerintah daerah, kata Mas Rio, juga akan melibatkan sejarawan, komunitas budaya, dan generasi muda agar festival memiliki kedalaman makna.

“Kami ingin anak-anak muda tidak hanya mengenal Anyer–Panarukan dari buku sejarah, tetapi merasakannya sebagai bagian dari identitas dan peluang masa depan,” ujar Mas Rio.

Festival berskala nasional ini, sambung Mas Rio, mendapat respons positif dari Menteri Desa RI Yandri Susanto. "Pak Menteri menilai pendekatan sejarah yang dikombinasikan dengan pemberdayaan desa sejalan dengan agenda pembangunan berbasis kearifan lokal yang tengah didorong pemerintah pusat, itu sangat penting," kata Mas Rio.

Ini, kata Mas Rio, contoh bagaimana sejarah tidak hanya dikenang, tetapi dimanfaatkan sebagai kekuatan pembangunan desa. "Kami menyambut baik inisiatif Situbondo yang mengaitkan warisan sejarah dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” kata Mas Rio menirukan ucapan yang disampaikan Menteri Yandri.

Dihadapan para Bupati Menteri Yandri menerangkan, festival tersebut berpotensi membuka ruang kolaborasi antardaerah.

Selain itu, kegiatan ini dinilai mampu memperkuat narasi kebangsaan melalui jalur sejarah yang pernah menjadi tulang punggung mobilitas di Pulau Jawa.

Pemerintah Kabupaten Situbondo dan Serang berharap Festival Anyer–Panarukan dapat masuk dalam kalender event nasional. Melalui kerja sama antardaerah, festival ini diharapkan menjadi model pengembangan kegiatan budaya berbasis sejarah yang memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dari ujung barat hingga timur Pulau Jawa. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pemkab Situbondo pemkab Serang banten Gagas Festival Anyer Panarukan