KETIK, MALANG – Marcos Santos bukan suara ihwal sosok pemain asing yang bakal didatangkan timnya pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Menurut pelatih Arema FC ini ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi pemain asing yang akan didatangkannya.
Menurut Marcos, perombakan timnya pada bursa transfer paruh musim 2025/2026 ini tak lepas dari evaluasi yang telah dilakukan. Dalam evaluasi ini tampak bahwa kelemahan Arema FC ada pada penyelesaian akhir mereka.
"Tak ada yang salah dengan pola permainan kami. Kami menciptakan banyak peluang. Sayangnya, kami tidak bisa menjadikannya menjadi gol," kata Marcos.
"Nah, inilah yang menjadi kriteria kami dalam mencari pemain baru. Mereka harus tajam dalam mencetak gol," sambungnya.
Pada bursa transfer paruh musim ini, Arema FC merombak skuad mereka. Ada tiga pemain asing yang meninggalkan skuad Singo Edan pada paruh musim ini, Paulinho, Yann Motta, dan Ian Puleio.
Dengan hengkangnya tiga pemain ini, Arema FC memiliki sepuluh pemain asing. Mereka adalah, Lucas Frigeri, Matheus Balde, Luiz Gustavo, Odivan Koerich, Betinho, Julian Guevara, Pablo Oliveira, Valdeci Moreira, dan Dalberto Luan Belo, dan Gabriel Silva.
Saat ini, Arema FC menyisakan satu lagi slot pemain asing. Hal ini belum termasuk jika mereka melepas pemain asing lagi.
Sementara itu, General Manager Arema FC, M. Yusrinal Fitriandi, menyebut Arema FC bakal melakukan perombakan pada putaran kedua. Ia mengamini pernyataan Marcos Santos yang mengatakan bahwa timnya kurang dalam penyelesaian akhir.
"Perombakan agak banyak di lini tengah dan depan, untuk bisa memanfaatkan peluang dengan baik," tutur Inal.
"Sementara, untuk lini pertahanan, kami rasa sudah cukup," tandasnya. (*)
