Pelaku Jagal Sapi Surabaya Mogok, Minta Pemkot Segera Tanggapi Tuntutan

13 Januari 2026 05:23 13 Jan 2026 05:23

Thumbnail Pelaku Jagal Sapi Surabaya Mogok, Minta Pemkot Segera Tanggapi Tuntutan

Para jagal sapi Surabaya menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Surabaya, minta menolak relokasi RPH Pegirian ke Tambak Osowilangun. (Foto: Fitra/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Pelaku jagal sapi di Surabaya kompak melakukan aksi mogok. Sikap ini dilakukan karena mereka menolak relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) dari Pegirian ke Tambak Osowilangun.

Aksi mogok ini disampaikan oleh salah satu perwakilan pelaku jagal sapi, Abdullah Mansyurr, ketika bertemu dengan Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni pada Senin, 12 Januari 2026.

"Sementara masih belum ada tanggapan, tapi yang jelas kami akan terus melakukan aksi mogok kerja ini sampai betul-betul tuntutan kami dipenuhi dan kami akan melakukan aksi demo besar-besaran," katanya.

Ia juga menegaskan, aksi mogok yang dilakukan para pelaku jagal sapi ini bakal lama.

"Mogok ini tidak hanya berhenti saat ini, kami akan pastikan sebulan, dua bulan, satu tahun pun kami akan lakukan aksi mogok supaya apa? Supaya memberikan alarm terhadap pemerintah kota, Gubernur Jawa Timur, dan kepada Presiden Prabowo Subianto," tegasnya.

Saat ini, lanjutnya, sejumlah tukang jagal sapi di Surabaya tidak ada aktivitas.

"Tidak ada kosong. Mulai hari ini (kemarin) kami pastikan tidak ada peredaran daging sapi se-Kota Surabaya," ungkapnya.

Sebagai informasi, menurut keterangan Abdullah Mansyurr, total para jagal di RPH, Pegirian kurang lebih sekitar 35 sampai 50 orang.

"Terus di Pasar Arimbi dan di kota-kota karena para jagal Pegirian ini menyulap semua elemen pada pasar-pasar tradisional se-Kota Surabaya," tegasnya.

Sementara itu, Abdullah Mansyurr mengaku merasa tidak pernah diajak berdialog dengan pihak RPH Surabaya, terkait relokasi. Namun, menurut keterangan dari para jagal, mereka tiba-tiba disodorkan denah (lokasi baru) ataupun tempat yang sudah dibangun.

"Kalau dari surat edarannya yang keluar, kami dipaksa untuk pindah Ekabis Idul Fitri. Tetapi kami para jagal dan pedagang daging se-Kota Surabaya menolak dengan keras itu," ungkapnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

demo surabaya RPH RPH Surabaya DPRD Surabaya jagal sapi demo jagal sapi Viral Surabaya Berita Terkini