KETIK, SURABAYA – PT Rumah Potong Hewan (RPH) Perseroda mengadakan pertemuan untuk membahas kesiapan operasional Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Unit Tambak Osowilangon (TOW) bersama para mitra jagal, Rabu, 25 Februari 2026.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari tahapan persiapan operasional sesuai arahan Pemerintah Kota Surabaya.
Rapat tersebut dihadiri jajaran Direksi dan Komisaris RPH Surabaya serta perwakilan sejumlah instansi terkait, di antaranya Satpol PP Kota Surabaya, Polres Tanjung Perak, DPRKPP Kota Surabaya, DKPP Kota Surabaya, serta BPSDA Kota Surabaya.
Kehadiran lintas instansi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan operasional dari sisi teknis, keamanan, hingga dukungan infrastruktur kawasan.
Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar A. Isnugroho, menyampaikan bahwa operasional Unit Tambak Osowilangon ditargetkan mulai berjalan setelah Idulfitri 2026. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan operasional direncanakan pada 31 Maret 2026 sesuai arahan Pemkot Surabaya.
"Sesuai arahan Pemkot Surabaya, rencana operasional unit Tambak Osowilangon dilaksanakan pada 31 Maret 2026. Kami tentu membuka ruang dialog, prinsipnya kami harus menyiapkan semua aspek agar pelayanan pemotongan berjalan optimal sejak hari pertama,” ujar Fajar.
Dalam kesempatan tersebut, mitra jagal RPH Pegirian menyampaikan sejumlah masukan terkait kesiapan pelaksanaan operasional.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah proses perpindahan operasional secara penuh dapat dipertimbangkan hingga akhir 2026 dengan alasan kesiapan pelaku usaha.
Selain itu, mitra jagal juga mengusulkan agar calon mitra jagal baru maupun lama diperbolehkan menggunakan RPH Unit Tambak Osowilangon setelah Idulfitri. Mereka turut menyoroti kondisi lingkungan sekitar yang dinilai rawan banjir serta mengajukan perbaikan pada sejumlah fasilitas pendukung.
Menanggapi masukan tersebut, Fajar menegaskan komitmen RPH dalam menindaklanjuti seluruh usulan yang disampaikan.
"Usulan tersebut kami cantumkan di dalam resume. Kami PT RPH Surabaya berkomitmen untuk menyampaikan masukan mitra jagal pegirian kepada Pemkot Surabaya untuk ditindaklanjuti dalam pembahasan rapat bersama,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut atas usulan tersebut, para mitra jagal juga sepakat perlunya dilakukan survei lapangan bersama ke lokasi Unit Tambak Osowilangon guna melihat secara langsung kesiapan sarana dan prasarana sebelum operasional dimulai.
RPH Surabaya berharap koordinasi berkelanjutan dengan mitra jagal, Pemkot Surabaya, serta aparat terkait dapat memastikan unit tersebut beroperasi secara optimal. (*)
