Owner Arisan di Mojokerto Bantah Gelapkan Uang 3 Anggotanya

15 Maret 2026 13:03 15 Mar 2026 13:03

Thumbnail Owner Arisan di Mojokerto Bantah Gelapkan Uang 3 Anggotanya

Kuasa Hukum EWK owner arisan saat memberikan keterangan pers (Foto: Sholahudin/Ketik.com)

KETIK, MOJOKERTO – Terkait laporan ke Polres Mojokerto Kota oleh tiga anggota arisan, pihak bandar arisan akhirnya angkat bicara dan memaparkan kronologi serta aturan yang berlaku dalam arisan tersebut. EWK membantah jika menggelapkan arisan milik 3 orang anggotanya tersebut.

Menurut EWK, sistem arisan yang dijalankan merupakan arisan dengan nilai bervariasi, salah satunya “get” Rp100 juta yang diikuti sekitar 25 nomor anggota. Skema pembayaran dilakukan setiap bulan dengan nominal berbeda, tergantung nomor yang diambil peserta.

“Semakin awal nomor yang diambil, biasanya iurannya lebih besar, sekitar Rp5 juta. Semakin akhir nomor, iurannya lebih kecil, sekitar Rp3 juta, karena keuntungannya juga lebih besar,” ujarnya saat menjelaskan mekanisme arisan.

Arisan online ini mulai berjalan pada Desember 2022 dan seharusnya selesai pada Desember 2024. Dalam aturan yang disepakati, setiap anggota wajib membayar iuran tepat waktu. Jika terjadi keterlambatan pembayaran, maka dikenakan denda Rp300 ribu per hari yang berlaku kelipatan.

Sementara bagi anggota yang memutuskan mundur atau berhenti membayar tanpa kejelasan, maka dana yang sudah disetorkan dinyatakan hangus dan peserta tersebut masuk daftar hitam (blacklist).

“Kalau telat sehari dendanya Rp300 ribu. Kalau sampai satu atau dua bulan tidak ada kabar atau tidak membayar, otomatis dianggap mundur dan masuk blacklist,” jelasnya.

Anggota Arisan Latifah

Dalam penjelasannya, bandar arisan juga menyinggung kasus salah satu anggota bernama Latifah. Ia disebut bergabung di tengah perjalanan arisan pada April 2023. Untuk menggantikan anggota lain yang sebelumnya mundur karena tidak membayar iuran selama beberapa bulan.

Latifah disebut mengambil dua nomor arisan "get" Rp100 juta dengan total pembayaran Rp7,8 juta per bulan. Namun, pembayaran yang dilakukan disebut tidak lancar sejak awal.

“Pembayarannya juga dicicil. Tapi setelah berjalan, beberapa kali telat dan akhirnya tidak ada pembayaran lagi,” katanya.

Menurutnya, sempat ada kesepakatan untuk menangguhkan arisan milik Latifah selama dua bulan guna melihat komitmen pembayaran selanjutnya. Namun, pembayaran yang dijanjikan tidak juga berjalan.

“Di chat pribadi dia juga sempat menyampaikan mundur pada 29 Februari 2024. Setelah itu tidak ada pembayaran lagi. Dalam aturan arisan, kondisi seperti itu berarti hangus,” ujarnya.

EWK merinci, Latifah 10 bulan tidak membayar arisan dari total 25 bulan yang wajib ia ikuti. Total 78 juta duit arisan Latifah tak terbayar.

Sementara denda berjalan Rp300 ribu per hari hingga Desember 2024 dari dua nomor yang Latifah ikuti ditotal mencapai sekitar Rp174 juta.

"Artinya, kalau semisal denda dan kekurangan lainnya diambilkan dari get arisan (Rp200 juta dari dua nomor), dia masih minus sebanyak Rp 52,6 juta. Karena Latifah ini tidak pernah bayar denda," bebernya.

Pembayaran ke Anggota Lain

Bandar arisan juga menegaskan bahwa sebagian besar anggota sebenarnya telah menerima dana arisan. Dari total sekitar 25 nomor, lebih dari 20 nomor disebut sudah pernah cair.

“Sebagian besar sudah dapat. Yang bermasalah hanya beberapa saja,” katanya.

EWK mengutarakan, arisan "klot BOOM 15 Des 2022" yang ia kelola ini mulai bermasalah Agustus 2024. Tepat saat nomor arisan Amanatul Yusroh dijadwalkan cair. Dalam arisan get Rp 100 juta ini Amanatul membayar Rp3,4 juta tiap bulan selama 20 bulan senilai total Rp 68 juta.

Ketika itu, EWK hanya bisa mencairkan Rp 51 juta secara bertahap dari total Rp 100 juta yang mestinya Amanatul dapatkan. Praktis, tersisa sekitar Rp 49 juta yang belum dibayarkan EWK.

Duit Rp 51 juta yang EWK cairkan ke Amanatul dari pembayaran arisan sebagian member lain hingga dana talangan pribadi.

Sebab, ada sejumlah peserta arisan yang terlambat membayar bulanan alias macet. “Kalau ada yang bayar, saya teruskan. Bahkan ada yang saya talangi dulu supaya anggota yang waktunya dapat tetap menerima,” jelasnya.

Ia menuding Amanatul masih menyisakan kekurangan pembayaran arisan sekitar Rp12,5 juta. Rupanya Amanatul juga mengikuti kloter arisan lain yang dikelola EWK dengan get Rp50 juta. Di kloter itu, Amanatul telah merima jatah cair Rp Rp50 juta lebih cepat karena ikut nomor arisan urutan kedua.

Tapi setelah cair, sejak Agustus 2024 Amanatul tidak pernah membayar arisan Rp5,5 juta tiap bulan lagi. Amanatul menyisakan 6 bulan tak terbayar. Jika ditotal, kekurangan bayar senilai Rp Rp33 juta.

"Di arisan get Rp100 juta, Amanatul membayar Rp68 juta untuk 20 bulan. Dari yang sudah saya cairkan, dia surplus Rp20,5 juta. Tetapi, kalau disilangkan dengan kekuragan di arisan get Rp50 juta, sebanyak Rp33 juta, dia masih kurang bayar Rp12,5 juta," rincinya.

Klaim Niat Baik

Bandar arisan mengaku tetap berupaya menyelesaikan persoalan dengan itikad baik. Termasuk mencoba mencicil pengembalian dana kepada member yang masih memiliki kekuragan pembayaran pada arisan "klot BOOM 15 Des 2022".

Termasuk pada member atas nama Mansyur yang ikut satu nomor dengan pembayaran Rp 3 juta per bulan. EWK mengaku, Mansyur rutin membayar tiap bulan kurun Desember 2022 hingga Agustus 2024 atau selama 21 bulan.

Saat arisan milik Mansyur dijadwalkan cair, EWK hanya bisa memberikan Rp 17,3 juta. "Nominal itu menyesuaikan member lain yang bayar bulanan. Karena Mansyur ikut di nomer terakhir (25, red), jadi sudah banyak member lain yang bayarnya macet," sebut EWK.

Meski begitu, ia mengupayakan untuk menutup kekurangan sekitar Rp 83 juta pada Mansyur dengan dicicil. Tetapi, menurutnya, upaya itu sempat ditolak oleh Mansyur.

“Saya sempat transfer beberapa kali senilai Rp 3 juta untuk cicil, tapi justru dikembalikan lagi dan diminta tidak perlu dicicil,” ujarnya.

Dari situ, EWK menilai ada kejanggalan dari penolakan Mansyur tersebut. Ia menegaskan selama proses penyelidikan kasus dugaan arisan online bodong ini berjalan, EWK tetap bersikap kooperatif dengan memberikan keterangan dan bukti transaksi yang diminta kepolisian.

“Saya datang setiap dipanggil dan semua bukti juga sudah saya serahkan,” katanya.

Bandar arisan online ini berharap polemik ini dapat segera menemukan titik terang dan diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku.(*)

Tombol Google News

Tags:

arisanonline kotamojokerto ewk