Nestapa Warga Kampung Tridi, Trotoar Jembatan Embong Brantas Malang Ambrol Timpa Rumah

24 November 2025 13:49 24 Nov 2025 13:49

Thumbnail Nestapa Warga Kampung Tridi, Trotoar Jembatan Embong Brantas Malang Ambrol Timpa Rumah

Warga kerja bakti membereskan rumah milik Dasuki yang rusak akibat tertimpa trotoar ambruk. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Nestapa menimpa warga Kampung Tridi, RT 01 RW 12, Kelurahan Ksatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Pada Minggu sore, 23 November 2025, rumah milik Dasuki (60) rusak setelah tertimpa reruntuhan area trotoar yang ambrol.

Dasuki bercerita, ia sedang berada di ruang tamu sementara istrinya memasak sekitar pukul 18.00 WIB. Tiba-tiba, ia mendengar suara gempuran kuat dari arah Jembatan Embong Brantas.

"Saya kira ada kecelakaan mobil yang sampai turun. Soalnya material dari atas itu menghantam rumah saja. Keras sekali getarannya jadi saya langsung keluar," ujarnya, Senin, 24 November 2025. 

Setelah dicek, ternyata bukan mobil yang menabrak rumahnya, melainkan material trotoar di Jembatan Embong Brantas yang ambrol. Bagian itu selama ini memang kerap dipadati kendaraan.

Dasuki langsung panik menghadapi musibah yang tak terduga. Sang istri sempat berteriak meminta tolong hingga membuat para tetangga berdatangan.

"Ya, tembok bagian belakang rumah saya itu jebol semua. Pakaian, lemari, segala macam hancur semua. Kena timbunan materialnya. Rumah saya dua lantai, yang satu cor, yang sebelah pakai gladak, rumah lama," ucapnya. 

Menurutnya, ketika musim hujan, kawasan kampung wisata itu sudah sering dilanda banjir. Namun musibah ambrolnya bagian trotoar di Jembatan Embong Brantas baru pertama kali ia rasakan.

"Akhirnya saya tidur di rumah tetangga, di depan. Biasanya banjir biasa gak seperti ini. Jadi selama saya tinggal di sini, sekitar 30 tahun, baru kali ini yang parah," ujar pekerja serabutan itu. 

Ia pun meminta solusi dari Pemerintah Kota Malang untuk membenahi rumahnya yang rusak sedang. 

Sementara itu saksi mata sekaligus Linmas Ksatrian, Ngateman, menjelaskan sebelum bagian trotoar ambrol, air terlebih dahulu menggenang di jembatan. 

"Biasanya air memang menggenang. Tapi sebelum dipasang paralon itu gak ada masalah, kan (air) lewat aspal sini. Terus yang ada paralon itu, lewat trotoar," ujarnya. 

Ia menjelaskan bagian jalan jembatan sempat dilakukan pengaspalan. Namun tidak disertai dengan upaya peninggian bagian trotoar. 

"Sebetulnya kalau tiap musim hujan tidak menggenang gini. Tapi barusan ini diaspal, aspal ditambah terus trotoar gak ditinggikan jadi sejajar dengan aspal. Ketinggian aspal sama trotoar jadi sama," ujarnya.

Tombol Google News

Tags:

Trotoar Ambrol Jembatan Embong Brantas Kota Malang Rumah Warga Kampung Tridi Ksatrian