Muhammadiyah Berduka! Ketua LHKP PWM Jatim Sekaligus Politikus Senior Mirdasy Tutup Usia

6 April 2026 17:28 6 Apr 2026 17:28

Fiqih Arfani

Wakil Pemimpin Redaksi
Thumbnail Muhammadiyah Berduka! Ketua LHKP PWM Jatim Sekaligus Politikus Senior Mirdasy Tutup Usia

Ketua LHKP PW Muhammadiyah Jatim M Mirdasy. (Foto: Tangkapan Layar IG @m.mirdasy_official)

KETIK, SURABAYA – Keluarga besar Muhammadiyah Jawa Timur berduka. Kader senior sekaligus politisi yang namanya sangat populer, Muhammad Mirdasy, tutup usia pada Senin, 6 April 2026.

Mas Mirdas, begitu almarhum semasa hidup disapa. Sebelum wafat, ia menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Oleh keluarga, jenazah almarhum dibawa ke kediamanya di Pandaan, Kabupaten Pasuruan dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Islam Kuti, Desa Kuterejo, Pandaan pada Senin malam.

Tokoh Muhammadiyah Jatim Fajar Arifiyanto yang juga karib almarhum menyampaikan Mas Mirdas menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 14.22 WIB.

Pascalebaran, Mas Mirdas dikabarkan mengalami penurunan kesehatan dan sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Prima Husda Sukorejo Pasuruan. Beberapa hari rawat inap, kondisinya membaik dan diperbolehkan pulang.

Namun, beberapa hari setelahnya kembali kondisi drop hingga akhirnya dirujuk ke RS UMM. Allah SWT berkehedak lain dan mantan anggota DPRD Jatim tersebut meninggal dunia di usia 56 tahun.

Mas Mirdas saat ini menduduki posisi sebagai Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dan Direktur Utama PT Surya Media Jatim.

Sepanjang hidupnya, ia dikenal sebagai aktivis yang gigih dan organisatoris yang ulung. Dedikasinya terhadap Muhammadiyah melintasi berbagai ranah, mulai dari kepemudaan hingga kebijakan publik. Ia pernah mengabdi sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah, baik di Malang, Sidoarjo maupun Surabaya.

Sebagai Ketua LHKP PWM Jatim, beliau menjadi motor penggerak dalam mengawal isu-isu strategis, kebijakan publik, dan literasi politik bagi kader Muhammadiyah.

Di bawah kepemimpinannya, LHKP gencar melakukan transformasi dakwah digital, termasuk menginisiasi pelatihan influencer dakwah untuk memastikan suara Muhammadiyah tetap relevan di era media sosial.

Namanya juga dikenal sebagai jembatan komunikasi antara persyarikatan dan berbagai elemen eksternal, baik di pemerintahan maupun organisasi lintas sektoral, dengan tetap menjaga marwah dan independensi organisasi.

Karir politiknya juga bisa dikatakan moncer. Mas Mirdas sempat merasakan duduk di kursi legislatif sebagai wakil rakyat asal Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2004-2009. Beberapa tahun berselang, jabatannya adalah orang nomor satu di tubuh DPW Partai Periode Jawa Timur (2016-2023).

Tak itu saja, sebelum ke Perindo namanya juga pernah tercatat sebagai Sekretaris DPW Partai NasDem Jatim pada 2012-2014, lalu maju sebagai calon legislatf pada Pemilu 2014 dari Partai Hanura. 

Sementara itu, Wakil Ketua PD Muhammadiyah Surabaya M. Arif An mengaku pernah meminta sahabatnya itu mengisi khutbah salat id di Lapangan Kompleks Lokalisasi Bangunsari sekitar tahun 2006-an.

“Malamnya beliau keliling sama saya dan membantu PCPM Krembangan untuk melakukan program pemberdayaan dan beliau mau mencarikan jaringan dana,” ucap dia.

Tenaga Ahli Menteri Desa dan PDT RI itu menyebut almarhum selalu peduli kepada para kader. Selamat jalan, Mas Mirdas. Perjuanganmu dalam mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya melalui jalur kebijakan dan hikmah akan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus di Jatim,” tuturnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

m mirdasy mas mirdas mirdas wafat Muhammadiyah PWM Jatim LHKP Perindo Nasdem PPP DPRD Jatim Hanura