Dubes Uzbekistan dan Gubernur-Wagub Samarkand ke Grahadi, Khofifah Komitmen Perkuat Hubungan Bilateral

6 April 2026 08:28 6 Apr 2026 08:28

Thumbnail Dubes Uzbekistan dan Gubernur-Wagub Samarkand ke Grahadi, Khofifah Komitmen Perkuat Hubungan Bilateral

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menunjukkan wisata sungai Kalimas di sela kunjungan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Oybek Eshonov, Gubernur Samarkand Adiz Boboev dan Wakil Gubernur Samarkand Rustam Kobilov berkunjung ke Gedung Negara Grahadi di Surabaya pada akhir pekan lalu. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Oybek Eshonov, Gubernur Samarkand Adiz Boboev dan Wakil Gubernur Samarkand Rustam Kobilov berkunjung ke Gedung Negara Grahadi di Surabaya akhir pekan lalu.

Tak sekadar kunjungan, namun silaturahmi itu juga menjadi bagian dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus memperkuat hubungan bilateral antara Jawa Timur dan Uzbekistan, khususnya dalam pengembangan kerja sama di bidang budaya dan wisata religi yang memiliki keterkaitan historis dan spiritual yang erat.

Khofifah menekankan bahwa Jawa Timur dan Samarkand memiliki kedekatan kuat secara historis dan spiritual, khususnya melalui keterkaitan dengan ulama besar dunia Islam.

Ia menyampaikan bahwa delegasi Uzbekistan yang hadir tidak hanya terdiri dari unsur pemerintahan, tetapi juga diikuti oleh imam dari Masjid Imam Bukhari serta kalangan akademisi.

Untuk itu, Pemprov Jawa Timur turut menghadirkan para alim ulama dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur guna memperkuat dialog keagamaan dan keilmuan.

"Yang hadir di sini selain Gubernur dan Wagub, juga ada imam dari Masjid Imam Bukhari dan Rhodes University. Mereka timnya lengkap, maka kami juga mengundang para alim ulama dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur," ujarnya.

"Mereka adalah ulama yang belajar tentang hadis Shahih Imam Bukhari di pesantren. Ini berarti, ada destinasi yang mungkin akan memberikan gravitasi baru bagi masyarakat Jawa Timur untuk ziarah ke makam Imam Bukhari," tambahnya.

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan bahwa hubungan historis tersebut dapat ditelusuri melalui tokoh-tokoh penyebar Islam di Nusantara. Sunan Giri diketahui merupakan putra dari Maulana Ishaq yang diyakini berasal dari wilayah Samarkand.

Selain itu, Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik juga memiliki keterkaitan dengan kawasan tersebut dan berperan penting dalam penyebaran Islam di Jawa pada abad ke-14.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Jatim turut melibatkan pelaku industri pariwisata, termasuk agen perjalanan, untuk menjajaki peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama Pemerintah Provinsi Samarkand.

"Jadi kalau kawan-kawan melihat sekarang dinamika geopolitik ini, mungkin yang _direct flight_ ke Samarkand itu barangkali jadi lebih dimungkinkan. Apalagi di Jawa Timur, Mursyid Rhoriqoh juga sangat banyak. Sebagian adalah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah" katanya.

Khofifah juga menyoroti pentingnya dukungan konektivitas transportasi dalam memperkuat kerja sama tersebut. Ia menyebut adanya rencana pembukaan penerbangan langsung (_direct flight_) dari Indonesia menuju Samarkand atau Tashkent yang tengah dibahas oleh pemerintah pusat bersama Kedutaan Besar Uzbekistan.

Menurutnya, konektivitas ini akan semakin memperkuat hubungan antarmasyarakat, khususnya dalam pengembangan wisata religi dan pertukaran budaya.

“Dengan adanya konektivitas langsung, peluang kunjungan wisata religi akan semakin terbuka, terlebih Jawa Timur memiliki banyak komunitas tarekat yang memiliki keterkaitan historis dengan Samarkand,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Samarkand Adiz Boboev berharap kunjungannya ini menjadi awal berkembangnya hubungan dan kerjasama antara Samarkand, Uzbekistan dan Jawa Timur. Ia juga mengundang segenap warga Jawa Timur untuk mengunjungi bisa mengunjungi wilayahnya dan secara khusus menziarahi makam Syaikh Imam Bukhari.

"Kami mempunyai tujuan untuk mengembangkan hubungan ekonomi, turisme, dan kesejahteraan, bersama dengan Provinsi Jawa Timur. Kami berharap untuk kesuksesan bagi Jawa Timur dan terima kasih atas penerimaan kunjungan delegasi kami di sini," katanya.

"Saya sendiri memutuskan untuk hadir ke Jawa Timur terlebih dahulu sebelum ke Jakarta, karena ingin berziarah ke makam Syaikh Maulana Malik Ibrahim," tuturnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Khofifah jatim Uzbekistan Dubes Imam Bukhari