Pemkot Batu Gelar Gerakan Pangan Murah di Tiga Wilayah, Warga Antusias Berburu Sembako Murah

6 Maret 2026 13:48 6 Mar 2026 13:48

Thumbnail Pemkot Batu Gelar Gerakan Pangan Murah di Tiga Wilayah, Warga Antusias Berburu Sembako Murah

Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menyerahkan paket sembako murah kepada warga. (Foto: Prokopim Setda Kota Batu)

KETIK, BATU – Pemerintah Kota Batu menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di tiga lokasi berbeda sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.

Program tersebut dilaksanakan secara bergilir selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Maret 2026, di wilayah Kecamatan Bumiaji, Batu, dan Junrejo.

Kegiatan yang diinisiasi melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu itu menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memastikan ketersediaan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar. Pemerintah Kota Batu bekerja sama dengan Perum Bulog menyediakan beras SPHP sebanyak 6 ton yang dijual seharga Rp55.000 per 5 kilogram.

Selain beras, tersedia pula sejumlah komoditas lain seperti minyak goreng seharga Rp14.500 per liter, gula pasir Rp17.000 per kilogram, serta telur ayam ras Rp29.000 per kilogram. 

Khusus untuk pembelian telur, masyarakat dapat menebus dengan harga Rp24.000 per kilogram setelah menggunakan voucher subsidi.

Sebagai bentuk dukungan terhadap daya beli masyarakat, panitia juga membagikan 500 voucher potongan harga senilai Rp5.000 yang dapat digunakan untuk pembelian sejumlah komoditas pangan dalam kegiatan tersebut.

Tidak hanya menyediakan bahan pokok, GPM juga menghadirkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), aneka sayuran segar, serta rempah-rempah lokal. Sebanyak 23 stan disiapkan untuk pelaku usaha dan distributor pangan yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Pada pelaksanaan di Desa Mojorejo, masyarakat juga memasarkan berbagai sayuran organik hasil budidaya petani lokal. Hal ini menjadikan GPM tidak hanya sebagai sarana stabilisasi harga, tetapi juga ruang promosi bagi produk pertanian masyarakat.

Antusiasme warga terlihat tinggi di setiap titik penyelenggaraan. Banyak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau menjelang hari raya.

Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa program Gerakan Pangan Murah merupakan wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama dalam menghadapi momentum peningkatan kebutuhan pangan.

“Kami ingin memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Cak Nur, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menyebut GPM sebagai salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi di tingkat lokal.

“Program ini kami dorong sebagai salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah. Pemerintah hadir langsung agar masyarakat tidak terbebani lonjakan harga, khususnya menjelang momen tertentu yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan pangan,” paparnya.

Selain menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau, kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Layanan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara penyelenggara kegiatan dengan Dinas Kesehatan Kota Batu. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gerakan Pangan Murah Pemkot Batu Wali Kota Batu Nurochman Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto Kota Batu