KETIK, SURABAYA – Istilah “wedi ketemon” atau rasa takut penyakitnya ketahuan ternyata masih menjadi ganjalan utama masyarakat dalam memeriksakan kesehatan.
Hal ini diungkapkan oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurnia, yang menyoroti adanya hambatan psikologis seperti ketakutan terhadap jarum suntik hingga kecemasan mental saat mendapati diagnosa medis tertentu.
Padahal, keberanian untuk melakukan deteksi dini merupakan kunci utama dalam menjaga kualitas hidup sekaligus stabilitas sistem kesehatan nasional.
Kekhawatiran tersebut disampaikannya saat ditemui Ketik dalam acara buka puasa bersama Surabaya Friendship Community (SFC) bertajuk Growing Together, Connecting Hearts, di Resto Nine, Surabaya, pada Jumat 6 Februarai 2026.
Menurutnya, masyarakat sering kali merasa terbebani secara pikiran jika penyakit mereka terdeteksi sejak awal, sehingga lebih memilih untuk menghindar.
"Masyarakat kita itu, pertama, wedi ketemon. Begitu dikontrol dan ternyata sakit, mereka jadi takut. Padahal, pemerintah sudah menyediakan layanan pemeriksaan gratis yang seharusnya dimanfaatkan," ujar politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.
Legislator asal Surabaya tersebut menekankan bahwa ketakutan yang dibiarkan justru berisiko memperparah kondisi fisik di kemudian hari.
Oleh karena itu, ia mendorong pergeseran pola pikir masyarakat, dari yang semula hanya menggunakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) saat sudah jatuh sakit, menjadi upaya preventif melalui pemeriksaan rutin.
Indah berharap fungsi BPJS ke depan tidak lagi sekadar menjadi penjamin biaya pengobatan, melainkan fasilitas cek kesehatan berkala bagi publik. Lebih lanjut, ibu dari Verlita Evelyn, pesinetron Cinta Fitri ini menjelaskan bahwa ketahanan finansial BPJS sangat bergantung pada tingkat kesehatan pesertanya.
Jika beban biaya pengobatan dapat ditekan melalui gaya hidup sehat, maka dana yang ada bisa dialokasikan untuk penguatan sistem kesehatan nasional yang lebih luas dan berkelanjutan. Langkah pencegahan dianggap jauh lebih efektif karena tidak menguras saldo cadangan negara.
“Supaya BPJS bisa bertahan membayar klaim masyarakat, maka dari masyarakat sendiri harus menjaga pola makan dan pola hidup, sehingga mereka tidak lagi menggunakan BPJS sebagai biaya pengobatan, tetapi bisa sebagai semacam cek kesehatan gratis,” tambahnya.
Sebagai penutup, Indah mengingatkan bahwa tidak melakukan klaim biaya pengobatan adalah pilihan hidup yang jauh lebih baik. "Kalau mengklaim kan artinya kita sakit. Jika tidak, berarti kita sehat. Mari kita pilih hidup sehat saja," tegas mantan vokalis band Casino tersebut.
Dengan memaksimalkan akses cek kesehatan gratis yang disediakan pemerintah, masyarakat tidak hanya menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga ikut berkontribusi menjaga stabilitas layanan kesehatan untuk kepentingan bersama. (*)
