KETIK, MALANG – Penerapan tiket masuk di kawasan Kampung Kayutangan Heritage kerap menimbulkan pertanyaan dari wisatawan, khususnya terkait alasan diberlakukannya tarif masuk ke kawasan permukiman. Tiket tersebut ditetapkan sebesar Rp5.000 untuk wisatawan lokal dan Rp10.000 untuk wisatawan mancanegara.
Ketua Pokdarwis Kampung Kayutangan Heritage, Mila Kurniawati, menjelaskan bahwa penerapan tiket masuk memiliki dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat setempat. Seluruh hasil penjualan tiket dikelola dan dikembalikan kepada warga melalui berbagai program sosial dan kemasyarakatan.
“Manfaatnya bisa dilihat secara nyata. Setiap enam bulan atau per semester, hasil kontribusi dari tiket lingkungan kami sebar kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Mila menyebutkan dana tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan kewilayahan dan sosial. Salah satu bentuk nyata yang telah direalisasikan adalah penyaluran bantuan kebutuhan pokok kepada warga di kawasan Kampung Kayutangan Heritage.
“Terakhir, kami membagikan beras lima kilogram dan satu liter minyak goreng kepada sekitar 900 warga yang tersebar di empat RW. Ini merupakan dampak positif dari adanya wisata di Kampung Kayutangan,” jelasnya.
Selain bantuan kebutuhan pokok, perputaran ekonomi dari sektor wisata juga memberikan keringanan beban warga. Tercatat sebanyak 906 kepala keluarga kini tidak lagi dibebani iuran sampah dan berhak memperoleh santunan sosial kematian.
“Masyarakat ikut merasakan manfaatnya secara langsung, bukan hanya dari bantuan, tetapi juga dari pengurangan beban pengeluaran rutin,” kata Mila.
Ia menambahkan, meningkatnya aktivitas ekonomi di kawasan tersebut mendorong warga untuk terlibat aktif dalam pengelolaan wisata. Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut berperan sebagai pelaku dalam pengembangan Kampung Kayutangan Heritage.
“Perputaran uang ini membuat warga ikut bermain dan terlibat langsung, bukan sekadar melihat perkembangan wisata di kampungnya,” ungkapnya.
Lebih jauh, Mila menegaskan bahwa pengelolaan tiket masuk dan aktivitas ekonomi di dalam kawasan membuat Kampung Kayutangan Heritage mampu berdiri secara mandiri tanpa bergantung penuh pada bantuan eksternal.
“Dari tiket masuk dan perputaran uang di dalam kampung, kami bisa memberikan beasiswa kepada sekitar 40 anak dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.
Selain beasiswa, dana tersebut juga dialokasikan untuk pemberian insentif kepada kelompok rentan dan unsur pendukung keamanan serta sosial di lingkungan kampung.
“Kami juga menyalurkan insentif bagi lansia, Linmas, serta tempat-tempat ibadah yang berada di kawasan Kampung Kayutangan Heritage,” pungkas Mila. (*)
