KETIK, JAKARTA – Serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke Iran tak hanya menelan korban para petinggi militer negara tersebut. Ratusan warga sipil juga dilaporkan tewas akibat serangan yang terjadi pada akhir pekan ini.
Lembaga medis, Bulan Sabit Merah melaporkan lebih dari 200 orang tewas dalam serangan di Iran tersebut. Sementara, lebih dari 700 orang lainnya mengalami luka-luka.
Dari 200 orang tersebut, 108 di antaranya tewas dalam sebuah ledakan di sebuah sekolah di selatan Iran.
Menurut Bulan Sabit Merah, 24 dari 31 provinsi di Iran menjadi sasaran serangan Israel dan Amerika Serikat.
Iran sendiri telah meluncurkan sejumlah serangan balasan ke sejumlah wilayah Israel dan pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah.
Iran menembakkan sejumlah rudal dan meluncurkan drone-drone mereka ke Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab, tempat di mana pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat berada.
Surat kabar Israel, Haaretz mengabarkan rudal Iran menghantam sejumlah gedung di Tel Aviv. Akibatnya, seorang tewas dan paling tidak 20 orang lainnya terluka akibat serangan ini.
Korban serangan balasan Iran juga jatuh di Abu Dhabi. Seorang dikabarkan tewas akibat serangan di pusat pemerintahan Uni Emirat Arab tersebut.
Sementara itu, pihak militer Amerika Serikat mengaku belum mendapat laporan adanya korban dari serangan balasan Iran. Namun, Presiden Amerika, Donald Trump, menyebut bahwa sejumlah personel militer mereka tewas dalam serangan ini.
Trump menegaskan serangan bakal terus berlanjut dalam pekan ini. Jadi, jumlah korban pun kemungkinan besar akan bertambah. (*)
