Menag RI Nasaruddin Umar Lantang Suarakan Krisis Lingkungan di Forum Internasional

4 April 2026 14:33 4 Apr 2026 14:33

Fitra Herdian, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Menag RI Nasaruddin Umar Lantang Suarakan Krisis Lingkungan di Forum Internasional

Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar. (Foto: Kemenag Jatim)

KETIK, JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Nasaruddin Umar, lantang menyuarakan krisis lingkungan pada saat mengikut konferensi Internasional Arab Saudi, secara daring pada Kamis 2 April 2026.

Menurutnya, krisis lingkungan sudah bukan lagi sebagai isu, melainkan sudah mulai terasa dampaknya bagi manusia. Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan krisis lingkungan tak hanya soal suhu dan cuaca saja, namun sudah menyentuh dimensi moral manusia.

"Bukan hanya gangguan cuaca, tetapi gangguan pada sistem nilai dan perilaku manusia, katanya.

Menag, juga menyoroti berbagai tantangan global, seperti pemanasan global, krisis air dan pangan, hingga penurunan keanekaragaman hayati yang berdampak pada stabilitas sosial dunia.

Perubahan-perubahan ini membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berbasis sains dan teknologi, namun juga ada nilai-nilai agama di dalamnya.

Dalam kesempatan yang sama, Nasaruddin Umar memperkenalkan ekoteologi sebagai pendekatan strategis yang mengintegrasikan iman, ilmu, dan amal dalam menjaga keseimbangan alam.

Di Indonesia, katanya, ekoteologi bukan mahzab baru. Melainkan upaya menghidupkan kembali nilai-nilai agama dalam praktik kehidupan sehari-hari.

"Ini adalah panggilan moral untuk mengubah relasi manusia dengan alam dari eksploitasi menuju amanah," ungkapnya.

Dalam forum itu juga, Menag mengajak seluruh negara menjadikan rumah ibadah sebagai contoh nyata menjaga lingkungan, mulai pola konsumsi hingga perilaku hidup yang berkelanjutan.

"Melindungi bumi bukan pilihan yang bisa ditunda, tetapi merupakan kewajiban agama dan tanggung jawab moral," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Nasaruddin Umar Menag Menag RI Diskusi internasional krisis iklim