KETIK, MALANG – Kesiapan pelaksanaan kegiatan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar pada 7-8 Februari 2026 di Stadion Gajayana Kota Malang terus dimatangkan.
Rapat koordinasi (rakor) final bersama jajaran TNI-Polri dan protokol kepresiden juga telah digelar untuk memastikan kelancaran dan keamanan acara.
Ketua Panitia Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Prof. Dr. H. Maskuri Bakri menyampaikan rakor dilakukan untuk mencari pola pelaksanaan efektif. Ia menilai, kesuksesan tidak hanya dari sisi seremoni semata, melainkan juga dari aspek keamanan dan kesiapan sarana prasarana.
"Rapat koordinasi final sudah dilakukan pada Kamis lalu. Rako tersebut untuk memastikan pelaksanaan kegiatan sukses dari sisi keamanan, acara maupun sarana dan prasarana," ujarnya kepada wartawan di Malang, Jumat, 6 Februari 2026.
Ia mengungkapkan, seluruh pihak terkait telah terkoordinasi dengan baik layaknya sebuah orkesta. Dalam hal ini, pelaksana kegiatan menjadi pengendali utama yang mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen.
"Mulai dari Polda, Pangdam V/Brawijaya, bupati, wali kota, pihak kepolisian, pengurus NU terkait hingga masyarakat semuanya terlibat dan saling mendukung," tambahnya.
Dengan berbagai rangkaian koordinasi yang intensif tersebut, lanjut dia, semua pihak yang terlibat akan semakin matang untuk menyukeskan Mujahadah Kubro. Ia juga memastikan, bahwa Presiden Prabowo akan hadir dalam kegiatan tersebut.
"Dengan diutusnya Paspampres dan protokol kepresidenan serta informasi kesediaan kehadiran maka itu menjadi harapan besar bagi kami bahwa Presiden bisa hadir," terangnya.
Meski begitu, ia mengaku bahwa seluruh persiapan dan hasil akhir tetap diserahkan kepada kehendak Allah. "Tentunya, ini semua adalah skenario Allah," tutur dia. (*)
