KETIK, MALANG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya sempat menghentikan sementara perjalanan kereta api (KA) jarak jauh maupun kargo baik dari dan ke Stasiun Malang, Jumat, 6 Februari 2026.
Penghentian dilakukan untuk pengecekan dan pemeriksaan infrastrukur jalur pasca gempa bumi Pacitan dengan magnitudo 6,4 yang guncangannya terasa hingga wilayah Malang.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan, sesaat setelah gempa dirasakan pada pukul 01.06 WIB, pihaknya langsung melakukan koordinasi.
"Selanjutnya, kami mengambil tindakan prosedur Berhenti Luar Biasa (BLB) pada perjalanan kereta yang melintas. Kereta berhenti baik di stasiun terdekat ataupun tetap di jalur rel," jelasnya.
Dirinya mengungkapkan, bahwa prosedur BLB dilakukan agar petugas dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap infrastruktur jalur. Baik jalur rel, jembatan, serta fasilitas pendukung lainnya.
Diketahui, ada sebanyak empat kereta yang terdampak BLB tersebut. Yaitu, KA Matarmaja berhenti selama 30 menit, lalu KA Ijen Ekspres dengan dua perjalanan berhenti selama 69 menit dan 66 menit, dan KA Kargo berhenti 42 menit.
"Pemeriksaan infrastruktur dan prasarana jalur dilakukan secara menyeluruh. Dari laporan petugas di lapangan, seluruh jalur dinyatakan aman dan layak operasi. Sehingga, perjalanan kereta dapat kembali beroperasi," bebernya.
Pria yang akrab disapa Mahendro ini menuturkan, bahwa keselamatan penumpang merupakan prioritas utama dalam setiap operasional. Sehingga, berbagai potensi risiko yang ada harus diminimalisir.
"Tiap potensi risiko harus dipastikan aman terlebih dahulu, sebelum perjalanan kereta dioperasikan," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang atas keterlambatan yang terjadi akibat langkah BLB tersebut.
"Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sarana dan prasarana. Termasuk menyampaikan informasi terbaru ke masyarakat sesuai dengan perkembangan terkini," pungkasnya. (*)
