Mantri Gaul, Perawat Lebak yang Setia Menjalankan Amanah Ayah untuk Mengabdi kepada Masyarakat

20 Januari 2026 13:35 20 Jan 2026 13:35

Thumbnail Mantri Gaul, Perawat Lebak yang Setia Menjalankan Amanah Ayah untuk Mengabdi kepada Masyarakat

Ketua PPNI Kabupaten Lebak, Endang Komarudin bersama Mantri Gaul, Andhika Ariesandy. (Foto: Abdul Kohar/Ketik.com)

KETIK, LEBAK – Andhika Ariesandy, seorang perawat di Kabupaten Lebak, dikenal luas oleh masyarakat dengan julukan Mantri Gaul.

Julukan tersebut merupakan singkatan dari Gerakan Amanah untuk Lebak (GAUL), sebuah nilai pengabdian yang lahir dari pesan almarhum ayahandanya dan hingga kini terus ia jalani dengan penuh keikhlasan.

Andhika mengungkapkan, pesan sang ayah menjadi motivasi utama dalam menjalani profesinya sebagai tenaga kesehatan. Amanah tersebut terus terngiang dan mendorongnya untuk benar-benar hadir membantu masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Sebelum meninggal, ayah saya berpesan, kalau nanti saya menjadi seorang mantri, saya harus membantu masyarakat. Pesan itu terus saya ingat dan saya jadikan pegangan hidup,” ujar Andhika saat diwawancarai Ketik.com di Kantor Kesehatan Kabupaten Lebak, Selasa, 20 Januari 2026.

Berangkat dari niat tersebut, Andhika mendirikan praktik mandiri bernama Andhika Home Care, yang memberikan pelayanan kesehatan secara langsung ke rumah-rumah warga.

Melalui layanan ini, ia berupaya mempermudah akses kesehatan sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Karena sering dipanggil ke rumah warga, kesannya jadi lebih dekat dan gaul. Dari situlah muncul istilah Mantri Gaul, yang merupakan singkatan dari Gerakan Amanah untuk Lebak,” jelasnya.

Tak hanya melayani pemeriksaan dan pengobatan umum, Andhika juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menggratiskan layanan kesehatan bagi anak yatim dan masyarakat kurang mampu.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk empati dan tanggung jawab sosial terhadap kondisi warga di sekitarnya.

“Praktik mandiri Andhika Home Care beralamat di Kampung Tajur RT 01 RW 01, Desa Curug Panjang, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten. Masyarakat bisa datang langsung untuk mendapatkan layanan kesehatan, konsultasi, maupun khitan,” katanya.

Foto Pada saat gelas sunatan massal. (Foto: Andhika Ariesandy for ketik com)Pada saat gelas sunatan massal. (Foto: Andhika Ariesandy for ketik com)

Selain aktif di lapangan, Andhika juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi kesehatan. Melalui akun TikTok Mantri Gaul, ia rutin membagikan konten edukasi medis sederhana, tips kesehatan, serta informasi terkait layanan praktiknya agar mudah diakses oleh masyarakat luas.

“Media sosial saya gunakan untuk edukasi kesehatan. Kalau ada masyarakat yang membutuhkan konsultasi, khitan, atau bantuan untuk anak yatim, bisa langsung datang ke rumah,” ujarnya.

Atas kiprahnya tersebut, Andhika Home Care juga pernah menerima penghargaan dari Batalyon Cakra Mandalayudha atas partisipasinya dalam kegiatan khitanan massal.

Di tempat yang sama, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, memberikan apresiasi atas dedikasi dan kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh Andhika.

“Apa yang dilakukan Mantri Gaul ini sangat menginspirasi. Mudah-mudahan bisa diikuti dan dicontoh oleh seluruh anggota PPNI, khususnya di Kabupaten Lebak,” kata Endang Komarudin kepada Ketik.com.

Ia menambahkan, saat ini PPNI Kabupaten Lebak memiliki 2.038 anggota yang tersebar di 28 kecamatan, 340 desa, dan 50 kelurahan.

“Perawat ada di seluruh wilayah. Semoga semangat pengabdian seperti ini bisa menjadi contoh dan motivasi bagi seluruh anggota,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Mantri Gaul Andhika Ariesandy PPNI Kabupaten Lebak endang Komarudin sunatan massal yatim piatu gratis ketik.com