Wabup Aceh Singkil Ingatkan Makna Al-Quran saat Peringatan Nuzulul Quran

7 Maret 2026 08:20 7 Mar 2026 08:20

Thumbnail Wabup Aceh Singkil Ingatkan Makna Al-Quran saat Peringatan Nuzulul Quran

Wakil bupati Aceh Singkil, Hamzah Sulaiman, SH terlihat menyerahkan santunan bagi anak yatim di masjid Agung Nurul Makmur, pada peringatan Nuzulul quran. (Foto:Zaelani Bako/Ketik.com)

KETIK, ACEH SINGKIL – Wakil Bupati Aceh Singkil, Hamzah Sulaiman, menghadiri peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Agung Nurul Makmur, Pulo Sarok, Jumat, 6 Maret 2026.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim. Selain itu, panitia menyalurkan lebih dari 300 paket bantuan yang berasal dari Dewan Pengurus Pusat Nahdlatul Ulama (DPP NU) kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam sambutannya, Hamzah Sulaiman mengingatkan para penerima santunan agar menggunakan bantuan tersebut untuk kebutuhan yang bermanfaat, terutama untuk keperluan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Jangan pula nanti santunan ini dibelikan petasan atau kembang api. Belilah yang bermanfaat, seperti sepatu, celana, atau baju untuk dipakai lebaran," katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Nuzulul Quran sebagai saat yang tepat untuk merenungkan kembali makna turunnya kitab suci Al-Quran.

"Alhamdulillah, tanpa terasa kita sudah memasuki malam ke-17 Ramadan. Malam ini pun kita mengenang peristiwa Agung turunnya Alquran, yang lazim disebut malam Nuzulul quran," ujarnya.

Hamzah kemudian mengutip salah satu ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang turunnya kitab suci tersebut.

"Inna Anzalnahu fi lailatil qadr, maknanya Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-quran) pada malam kemuliaan," kata wabup mengartikan firman Allah SWT.

Ia menegaskan bahwa Al-Quran seharusnya tidak hanya dibaca atau dilantunkan, tetapi juga dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

"Sudahkah Al-quran menjadi cahaya di rumah kita?, sudahkah Al-Quran menjadi rujukan dalam mendidik anak-anak kita?, sudahkah Kalam Allah SWT ini menjadi dasar dalam masyarakat kita?" tanya wabup.

Dalam kesempatan tersebut, Hamzah juga menyinggung keluhan masyarakat terkait dugaan kejanggalan dalam pendataan rumah korban banjir di sejumlah desa dalam sepekan terakhir.

Ia menilai persoalan tersebut perlu ditelusuri secara serius karena diduga ada data masyarakat terdampak yang tidak tercatat.

"Siapa yang bermain-main disini, ini perlu ditelusuri pelakunya, yang telah banyak menghilangkan data masyarakat korban banjir. Saya juga akan menelusuri pelakunya, oknum seperti ini layak dilenyapkan dari bumi Aceh Singkil," ungkapnya kesal. (*)

Tombol Google News

Tags:

Aceh Singkil Nuzulul Quran santuni anak yatim 2026