KETIK, LEBAK – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui pelayanan medis, tetapi juga lewat upaya menjaga kualitas pangan.
Hal inilah yang dilakukan oleh salah seorang dokter di Puskesmas Maja, Kabupaten Lebak, Banten, dr Arwinsyah, yang mengembangkan pertanian hortikultura berbasis pupuk organik.
Ia mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada dunia tanam-menanam berawal dari hobi pribadi.
Ia kemudian mengembangkannya secara serius dengan menanam tanaman hortikultura, salah satunya cabai, menggunakan pupuk organik dengan teknologi yang diadaptasi dari China.
“Sebagai tenaga kesehatan, kami ingin ikut mendorong masyarakat untuk mengonsumsi makanan yang sehat, aman, dan bebas dari paparan bahan kimia. Karena itu kami mencoba sistem pertanian organik,” ujar dr Arwinsyah kepada Ketik.com, Senin 19 Januari 2026.
Menurutnya, penggunaan pupuk organik memiliki banyak manfaat, tidak hanya bagi konsumen, tetapi juga bagi lingkungan.
Lanjut dr Arwinsyah, sistem ini dinilai mampu mengembalikan fungsi tanah seperti semula, menjaga kesuburan lahan, serta menghidupkan kembali unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
“Dengan pupuk organik, tanah tidak rusak. Unsur hara kembali hidup sehingga tanaman tumbuh subur dan hasil panen bisa maksimal. Pada akhirnya, kami ingin pertanian ini dapat memberikan manfaat nyata dan membuat petani lebih sejahtera,” jelasnya.
Saat ini, kegiatan penanaman hortikultura tersebut masih dilakukan di Desa Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Hal itu disebabkan belum tersedianya lahan yang memadai untuk kegiatan pertanian di area Puskesmas Maja.
Ke depan, dr Arwinsyah berharap metode pertanian organik yang dikembangkannya dapat diterapkan lebih luas dan menjadi alternatif bagi para petani dalam meningkatkan hasil panen tanpa merusak lingkungan.
Ia juga membuka diri untuk berbagi pengetahuan kepada masyarakat yang ingin mempelajari penggunaan pupuk organik.
“Kami terbuka bagi siapa saja yang ingin berdiskusi atau bertanya terkait pertanian dan pupuk organik ini,” pungkasnya. (*)
