Mahasiswa Universitas Virginia Amerika Bedah Kekayaan Budaya di Dusun Lereng Kelud Kediri

29 Januari 2026 11:48 29 Jan 2026 11:48

Thumbnail Mahasiswa Universitas Virginia Amerika Bedah Kekayaan Budaya di Dusun Lereng Kelud Kediri

Mahasiswa Universitas Virginia Amerika Serikat mengunjungi Galeri Batik Dorok, Kediri, pada Minggu, 25 Januari 2026. (Foto: Anton for Ketik.com)

KETIK, KEDIRI – Mahasiswa Universitas Virginia, Amerika Serikat, menjelajahi kekayaan budaya dan ekonomi kreatif masyarakat Dusun Dorok, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Minggu, 25 Januari 2026. 

Ava Atkinson, mahasiswa asal Universitas Virginia, mengikuti langsung program intercultural learning dengan mengeksplorasi tradisi lokal, UMKM, serta situs cagar budaya di lereng Gunung Kelud.

Kunjungan edukatif ini merupakan inisiatif kolaboratif antara Paguyuban Masyarakat Daha Kadhiri (Pusaka) dan Sanggar Sekar Jagat. 

Sepanjang hari, Ava diajak menyelami denyut nadi kehidupan masyarakat Dorok, mulai dari filosofi sejarah hingga kemandirian ekonomi melalui UMKM.

Destinasi pertama dimulai di Galeri Batik Dorok milik Warni. Di sana, Ava menyaksikan langsung bagaimana lembaran kain diolah menggunakan teknik ecoprint. Proses ini menonjolkan penggunaan bahan alami tanpa jejak kimia yang merusak lingkungan.

Tak jauh dari lokasi batik, rombongan bergeser menuju pusat budidaya Jamur Tiram Melati. Sebagai salah satu produk unggulan desa, proses produksi jamur dari tahap pembibitan hingga panen menjadi materi menarik mengenai bagaimana ekonomi kreatif berbasis desa dapat menopang kesejahteraan warga.

Foto Mahasiswa Virginia Amerika Serikat saat mengunjungi alas Simpenan Dorok, Minggu (25/1/2026). (foto : Anton for Ketik.com).Mahasiswa Virginia Amerika Serikat saat mengunjungi alas Simpenan Dorok, Minggu (25/1/2026). (foto : Anton for Ketik.com).

Eksplorasi berlanjut ke sisi historis dengan mengunjungi Rumah Cagar Budaya dan Candi Dorok. Situs-situs ini menjadi jendela bagi Ava untuk memahami nilai spiritualitas dan pola hidup masyarakat Nusantara di masa lampau.

Ketua Pusaka, Anton Sujarwo, menegaskan bahwa kunjungan ini memiliki misi besar untuk memosisikan Dorok sebagai destinasi wisata edukasi yang kompetitif.

"Misi utama kami memperkenalkan Dorok sebagai dusun yang banyak potensi budaya maupun UMKM, yang layak dikunjungi dan dihargai wisatawan," jelas Anton.

Ia menambahkan bahwa ada pesan moral yang mendalam di balik setiap titik kunjungan.

"Dalam proses batik ecoprint mengandung nilai keberlanjutan karena ramah lingkungan dan tidak merusak alam. Sedangkan di Candi Dorok, kami memperkenalkan karya leluhur yang masih bisa dinikmati dan dilestarikan," tuturnya.

Bagi Anton, Candi Dorok bukan sekadar tumpukan batu bata kuno, melainkan simbol hubungan harmonis antara manusia, Tuhan, dan alam.

Meski sukses menarik minat mahasiswa mancanegara, Anton menyadari masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama menyangkut fasilitas informasi di lokasi cagar budaya.

"Pengetahuan tentang sosok dan era setiap peninggalan perlu dilengkapi. Menjaga cagar budaya dan alam berarti menjaga identitas, sejarah, dan keberlanjutan generasi," tegasnya.

Kehadiran Ava Atkinson diharapkan menjadi pembuka jalan bagi kolaborasi lintas budaya lainnya. Sanggar Sekar Jagat pun berharap kedepannya makin banyak kalangan akademisi dan pelajar yang datang untuk belajar langsung dari alam dan sejarah, bukan sekadar dari buku teks.

"Harapan kami dunia pendidikan bisa berkunjung. Siswa tidak hanya belajar dari buku, tapi melihat langsung peninggalan masa lampau. Pariwisata di sini lebih ke edukasi, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri masyarakat bahwa potensi budaya Dorok layak dikenal dan dikembangkan secara berkelanjutan,” pungkas Anton. (*)

Tombol Google News

Tags:

kediri mahasiswa Virginia Dusun Dorok desa Manggis Puncu Universitas Virginia kelud